
Insiden Kericuhan Dewa United-Bhayangkara Di EPA U-20 Sudah Damai
Jakarta – Ricuh pemain Bhayangkara FC dan Dewa United dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 berakhir damai setelah kedua pihak melakukan mediasi. Kericuhan diminta jadi pembelajaran bagi pemain muda ke depan.
Skuad Bhayangkara FC U-20 bertamu ke markas Dewa United di Pagedangan, Banten, Rabu (22/4) untuk membahas masalah ini.
Fadly Alberto dari kubu Bhayangkara serta Raka Nurkholis dari Dewa United yang terlibat dalam kasus ini juga dihadirkan bersama perwakilan petinggi masing-masing klub.
Firman Utina selaku Direktur Akademi Dewa menyatakan menerima permintaan maaf dari Bhayangkara U-20. Tujuannya agar para pemain muda bisa belajar dan tetap melanjutkan kariernya di masa depan.
“Alhamdulillah hari ini mediasi sudah selesai, kami sudah bersilaturahmi, sudah memaaf-maafkan. Kembali lagi, anak-anak ini adalah tanggung jawab kami sama-sama,” kata Firman Utina di Dewa United Arena.
Firman juga menegaskan bahwa pelanggaran kode etik tetap harus ditindak. Kejadian serupa jangan sampai terulang lagi di sepakbola level pembinaan.
“Jika ada sesuatu yang melanggar kode etik dan indisipliner dan membuat cemar nama Dewa, maka itu ditindaklanjuti secepatnya,” ucap Firman.
Keributan yang terjadi di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4) dinilai sama-sama merugikan kedua klub.
Selain menimbulkan korban luka dari kedua tim, nama tim juga sama-sama tercoreng. Kini putusan Komite Disiplin (Komdis) sedang dinanti kedua klub.



