
Ijazah Bapak Anak Diributin Mulu, Jokowi Sebut Operasi Politik, Apa Maksud?
Jakarta – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada operasi politik di balik polemik ijazah dirinya dan ijazah putra sulungnya yang juga Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
“Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali,” kata Jokowi dikutip dari detikcom, di Solo, Jumat (16/10).
Jokowi tidak memungkiri bahwa isu ijazah dirinya maupun ijazah Gibran bisa menutup isu-isu lain. Jokowi juga menyebut operasi politik itu untuk menurunkan reputasi politik dirinya dan Gibran.
“Bisa saja seperti itu, bisa saja, memang sekalian lagi operasi politik untuk men-downgrade reputasi politik seseorang,” ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi menanggapi putusan MK yang menyatakan tidak ditemukan adanya ijazah atau dokumen yang setara dengan SMA atau sederajat Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Dia menyebut Gibran sudah menyelesaikan jenjang S1 yang artinya sudah melati tahap sebelumnya.
Ia menjelaskan sistem pendidikan di tiap negara berbeda-beda. Dia menyebut ada sistem pendidikan yang memungkinkan seseorang menempuh pendidikan dari secondary school lalu ke universitas.
Menanggapi soal itu, Joko Widodo menegaskan menghormati putusan MK beserta seluruh tahapan dan pertimbangan hukumnya.



