Ibu Dan Balita Di Cianjur Keracunan Usai Santap MBG

Ibu Dan Balita Di Cianjur Keracunan Usai Santap MBG

Cianjur – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat sebagian besar dari 63 balita dan ibu-ibu yang mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua desa di Kecamatan Leles sudah kembali pulih.

“Hanya tinggal hanya beberapa yang masih menjalani perawatan,” ujar Kepala Dinkes Cianjur Made Setiwan di Cianjur, Minggu (19/4).

Ia mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel makanan dan muntah korban untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab keracunan.

“Kami sudah mengambil sampel yang tersisa, salah satunya susu dan sampel muntahan korban untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab puluhan ibu dan balita di Desa Purabaya dan Desa Sukasirna keracunan,” katanya.

Pihaknya memastikan puluhan korban keracunan sudah mendapatkan penanganan medis dan tetap mendapat pengawasan ketika sudah diperbolehkan pulang. Tenaga kesehatan di masing-masing desa akan melakukan pemantauan dan pengawasan.

Kepala Puskemas Leles Tedi Nugraha mengatakan pihaknya sudah memberikan pelayanan terhadap 63 ibu dan balita yang mengeluhkan pusing, mual, dan muntah usai menyantap menu MBG yang dibagikan melalui posyandu.

Sebagian besar mendapat perawatan di puskesmas dan sebagian lain mendapat perawatan di bidan, dan klinik. Hingga Minggu petang masih terdapat enam balita yang masih menjalani perawatan di puskesmas, sedangkan puluhan lainnya sudah diperbolehkan pulang.

“Sebagian besar kondisinya sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan di puskesmas, bidan, dan klinik. Mereka yang sudah pulang tetap mendapatkan pengawasan dari tenaga kesehatan di masing-masing desa,” katanya.

Pihaknya belum dapat memastikan penyebab keracunan yang menimpa puluhan ibu dan balita di dua desa tersebut, namun sebagian besar mengeluh merasa pusing, mual, dan muntah setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di posyandu.

Camat Leles Segi Tabah Hermansyah mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan karena ditakutkan masih banyak warga yang mengalami hal sama, namun tidak menjalani perawatan di pusat layanan kesehatan.

“Saat ini petugas dari kecamatan masih melakukan pendataan karena ditakutkan masih banyak yang mengalami keracunan yang belum terdata karena tidak menjalani perawatan di puskesmas, bidan atau klinik,” katanya.

Baca:Waka BGN Ultimatum Seluruh SPPG Harus Sudah Bersertifikat SLHS Di Agustus

Share Here: