Harga Terendah Saham Rp 1 Mulai Berlaku, Mengapa Sentimen IHSG Merah

Harga Terendah Saham Rp 1 Mulai Berlaku, Mengapa Sentimen IHSG Merah

Jakarta – Harga saham terendah Rp 1 mulai berlaku Senin (28/9) pekan ini. Mengapa sentiment market pada pembukaan perdagangan awal pekan justru bikin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada level 6.200-an.

Berdasarkan data RTI, Senin (28/9) kemarin, IHSG bertenggar di level 6.210 atau minus 31,2 poin (0,50%) pada pukul 09.05. IHSG dibuka di zona merah ke level 6.209.

IHSG bergerak pada rentang terendah 6.180 hingga tertinggi 6.227. Nilai transaksi indeks pada perdagangan pagi ini mencapai Rp 862 miliar dengan melibatkan 4,36 miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 168.916 kali.

Sebanyak 207 saham menguat, 383 saham melemah dan 151 saham stagnan.

Selain secara harian, IHSG melemah 4,77% secara bulanan. IHSG juga minus 2,67% secara mingguan.

Lalu, IHSG tercatat menguat 3,58% secara tiga bulanan. Namun, IHSG melemah 15,31% secara enam bulanan.

Untuk diketahui harga saham terendah Rp 1 mulai diterapkan mulai hari ini. Hal ini seiring dengan pencabutan harga saham minimum Rp 50 dan perubahan aturan terkait dengan papan pemantauan khusus.

“Terkait dengan perubahan I-X tersebut, dan berkenaan dengan pencabutan ketentuan harga minimum Rp 50 menjadi Rp 1 maka saham-saham yang terkena kriteria 1, 6, 7, dan 10 tanpa adanya kriteria lainnya, akan dipindahkan ke dalam papan continuous auction (pasar reguler) per tanggal 28 September 2026,” kata Direktur Pengembangan dan Pengawasan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy di Jakarta, Senin (28/9).

Baca:Aturan Baru BEI Berlaku, Bikin 14 Saham Emiten ini Makin Anjlok Di Bawah Gocap

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha