
Dzikir Pagi, Maryam Ayat 4: Nabi Zakaria Tak Pernah Putus Asa Atau Kecewa Saat Berdoa Pada Allah
Jakarta – Kita sebagai umat muslim beruntung memiliki mukjizat agung yakni Al-quran, yang menjadi petunjuk dan pegangan kita dalam perilaku keseharian. Dalam kandungan surat dan setiap ayatnya, memiliki makna agung yang jika diimani dan dipraktekkan dengan benar, insyaAllah jadi tuntunan hidup paling mulia. Salah satunya adalah Surat Maryam Ayat 4. Apa dan bagaimana makna ayat ini, berikut tafsir selengkapnya.
Surat Maryam Ayat 4:
قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا
Arab Latin: Qāla rabbi innī wahanal-‘aẓmu minnī wasyta‘alar-ra’su syaibaw wa lam akum bidu‘ā’ika rabbi syaqiyyā(n).
Artinya:
Dia (Zakaria) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku.
Tafsir Ringkas Kemenag:
Dengan santun dan suara yang lembut dia berkata, “Ya Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Maha Pemelihara, sungguh kini tulang belulangku telah menjadi lemah sehingga aku sering merasa letih, dan rambut kepalaku telah memutih seperti perak karena dipenuhi uban, pertanda bahwa aku telah berusia senja.
Namun, aku tidak pernah putus asa dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Engkau adalah Zat yang tidak pernah mengecewakan siapa pun.
Wallohu A’lam Bishowab.
Baca:Dzikir Pagi, Al-Lail Ayat 11: Harta Tidak Bisa Menyelamatkan Dari Azab Allah



