
Dzikir Pagi, Al-Mulk Ayat 1: Penguasa Kerajaan Dunia Akhirat, Mahakuasa Atas Segala Sesuatu
Jakarta – Kita sebagai umat muslim beruntung memiliki mukjizat agung yakni Al-quran, yang menjadi petunjuk dan pegangan kita dalam perilaku keseharian. Dalam kandungan surat dan setiap ayatnya, memiliki makna agung yang jika diimani dan dipraktekkan dengan benar, insyaAllah jadi tuntunan hidup paling mulia. Salah satunya adalah Surat Al-Mulk Ayat 1. Apa dan bagaimana makna ayat ini, berikut tafsir selengkapnya.
Surat Al-Mulk Ayat 1:
تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ
Arab Latin: Tabārakal-lażī biyadihil-mulk(u), wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr(un).
Artinya:
Maha Berkah Zat yang menguasai (segala) kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
Tafsir Ringkas Kemenag:
Surah sebelumnya yaitu at-Tahrim, diakhiri dengan uraian tentang kebinasaan yang menimpa siapa yang durhaka tanpa dapat ditolong oleh siapa pun, seperti halnya istri Nuh dan Lut. Dan kebahagiaan akan diraih bagi yang taat tanpa dapat diganggu oleh siapa pun, seperti halnya istri Firaun dan Maryam.
Ini disebabkan yang mengatur itu semua adalah Allah Yang Mahakuasa, karena itu awal surah ini menguraikan kuasa Allah serta limpahan anugerah-Nya: Mahasuci Allah yang menguasai segala kerajaan, di langit dan di bumi, Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada satu perkara pun yang melemahkan-Nya.
Allah adalah penguasa kerajaan dunia. Hal ini berarti bahwa Dialah yang menciptakan seluruh alam ini beserta segala yang terdapat di dalamnya. Dia pulalah yang mengembangkan, menjaga kelangsungan wujudnya, mengatur, mengurus, menguasai, dan menentukan segala sesuatu yang ada di dalamnya, sesuai yang dikehendaki-Nya.
Dalam mengatur, mengurus, mengembangkan, dan menjaga kelangsungan wujud alam ini, Allah menetapkan hukum-hukum dan peraturan-peraturan. Semua wajib tunduk dan mengikuti hukum-hukum dan peraturan yang dibuat-Nya itu tanpa ada pengecualian sedikit pun. Apa dan siapa saja yang tidak mau tunduk dan patuh, serta mengingkari hukum-hukum dan peraturan-peraturan itu pasti akan binasa atau sengsara.
Wallohu A’lam Bishowab.
Baca:Dzikir Pagi, Al-Qosos Ayat 16: Saat Nabi Musa Dzolim, Ia Mohon Ampun Pada Allah



