
Duga Eks Jampidsus Tidak Bermain Sendiri, IPW Desak Jaksa Agung Mundur
Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Jaksa Agung ST Burhanuddin mundur dari jabatannya menyusul terungkapnya kasus korupsi yang menjerat eks Jampidsus Febrie Adriansyah. IPW beralasan Jaksa Agung mesti bertanggungjawab secara kelembagaan dimana pengawasan institusi tidak berjalan. IPW mensinyalir Febrie tidak bermain sendiri.
Menurut Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, pengungkapan kasus eks jampidsus Febrie Adriansyah tergolong “high-profile” yang mustahil bisa dilakukan. Bahkan hampir 25 tahun masa pemerintahan belakangan ini, belum ada seorang Jampidsus yang terkena kasus korupsi.
Pihaknya mengapresiasi langkah kepolisian dan Kortastipikor dimana penyidikan yang dilakukan, tidak mungkin bisa berjalan sampai pada penetapan tersangka, tanpa adanya restu atau persetujuan dari Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Sugeng memberikan catatan, semestinya Presiden Prabowo juga membuat arahan kasus ini diserahkan ke KPK. Sehingga dengan begitu, keinginan pemberantasan korupsi sebagai bagian dari nawa cita semakin sempurna lantaran kasus Febrie tidak ditangani institusinya sendiri, Kejaksaan Agung.
“Kedua, karena kasus yang diselidiki dengan tersangka mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah terkait dengan beberapa kasus dan berlangsung pada masa tugasnya Jaksa Agung, ST Burhanuddin maka seharusnya Jaksa Agung mundur dari jabatannya. Atau, Presiden Prabowo memberhentikan ST Burhanuddin selalu Jaksa Agung,” kata Sugeng melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (13/7).
Sugeng beralasan, Dengan memberhentikan Jaksa Agung Burhanuddin yang sudah menjabat selama hampir tujuh tahun itu, Presiden Prabowo dapat menunjuk Jaksa Agung baru. Hal ini, agar proses pengungkapan kasus di Kejaksaan Agung tidak terhambat.
Disamping itu, Jaksa Agung yang baru dapat memeriksa Jaksa Agung saat ini apakah ada korelasi bahwa Jaksa Agung membiarkan Febrie bermain sendiri dan membiarkannya sehingga pengawasan pada institusi tidak berjalan.
“Jadi ada tanggung jawab kelembagaan,” tegas Sugeng.



