
Drop 11%, Penutupan IHSG Merah Parah, Bos Danantara Saranin Borong Saham, Percaya?
Jakarta – Nyari peluang cuan sih boleh aja, tapi investor juga perlu pinter menyikapi. IHSG yang anjlok parah di penutupan sesi perdagangan mingguan hari Jumat (16/10) berada di kisaran 11%. Sejumlah pejabat termasuk salah satunya CEO Danantara Rosan roeslani menyarankan peluang borong saham di harga rendah. Tepatkah?
Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) buka suara soal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang drop gila-gilaan. Di Penutupan turun tajam hingga 11% pada perdagangan Jumat (16/10).
Penurunan ini terjadi usai pengumuman MSCI. Di mana MSCI berpotensi menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Rosan menilai kondisi ini menjadi momentum bagi pelaku pasar modal maupun Danantara untuk investasi jangka panjang. Sebab, valuasi perusahaan-perusahaan, termasuk BUMN yang melantai di bursa sedang rendah.
“justru kami melihatnya ini adalah suatu opportunity ke depannya karena tentunya kami sebagai Danantara selalu melihat investasi itu sebagai long term investment bukan sebagai investor in and out yang anytime bisa masuk,” ujar Rosan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/10).
Adapun keyakinan tersebut terjadi karena Rosan menilai bahwa fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa masih tergolong baik. Dia mencontohkan sektor perbankan yang dinilai tetap solid meskipun valuasi sahamnya berada di bawah satu kali price to book value (PBV).
Rosan mengatakan bahwa koreksi yang terjadi selama ini lebih banyak dipengaruhi faktor teknis, rumor di pasar, dan bukan fundamental dari perusahaan yang melantai di bursa efek. Oleh karena itu, Rosan menegaskan bahwa Danantara siap masuk ke pasar modal Indonesia.



