
Dies Natalis STAH DN Jakarta, Stafsus Menag Minta Pancasila, Kearifan Lokal, dan Teknologi Jadi Bekal Kemajuan Umat
Jakarta – Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Gugun Gumilar menekankan pentingnya menempatkan Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus melihat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai bagian dari kearifan lokal (local wisdom) yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan zaman. STAH DN Jakarta menggelar Dies Natalis dan Wisuda kelulusan.
Hal itu disampaikannya dalam orasi ilmiah Dies Natalis ke-XXXII dan Wisuda XXIV STAH Dharma Nusantara Jakarta di Jakarta, Minggu (4/10).
Menurut Gugun, menjaga akar nilai bangsa sekaligus membuka diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah penting.
Dalam paparannya, Gugun menempatkan pembangunan manusia Indonesia tidak hanya dari perspektif kemajuan material, tetapi juga dari kekuatan nilai yang menjadi fondasi kehidupan bersama.
Menurutnya, Pancasila merupakan landasan penting dalam kehidupan bangsa dan negara. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila menjadi bagian dari kearifan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Pembangunan sumber daya manusia, menurut Gugun, karena itu tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga membutuhkan karakter, nilai, dan kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Ia menekankan bahwa pembangunan nasional harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas manusia serta kehidupan masyarakat yang sejahtera dan rukun.
Gugun kemudian mengaitkan nilai-nilai kebangsaan dengan pentingnya menjaga kearifan lokal dalam menghadapi perkembangan global.
Menurutnya, kemajuan tidak harus dimaknai sebagai meninggalkan identitas dan nilai yang telah menjadi akar kehidupan masyarakat. Sebaliknya, kearifan lokal dapat menjadi fondasi untuk membangun manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan jati dirinya.
“Yang dibangun Presiden Prabowo bukan hanya jalan dan gedung, tapi yang paling utama adalah manusia Indonesia yang cerdas, sejahtera, dan rukun. Itulah fondasi sejati menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Gugun, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, minggu (4/10).
Pesan tersebut menjadi penting bagi para lulusan STAH DN Jakarta yang akan memasuki dunia profesional maupun ruang pengabdian masyarakat. Penguasaan sains dan teknologi diharapkan dapat menjadi instrumen untuk memperluas kontribusi umat Hindu dalam berbagai bidang kehidupan.
Dengan demikian, kemajuan umat tidak hanya dibangun melalui penguatan nilai dan spiritualitas, tetapi juga melalui kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi.
“Untuk memajukan agama kita adalah kita harus bisa beradaptasi dengan kekuatan sains dan teknologi,” ujar Gugun.
Sementara itu acara Wisuda STAH DN Jakarta kelulusan 38 sarjana, terdiri 21 lulusan Program Studi Pendidikan Agama Hindu dan 17 lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu.



