
Desk Pencegahan Korupsi Selamatkan Uang Rp 6,7 T
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Budi Gunawan mengatakan bahwa desk pencegahan tindak pidana korupsi berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp6,7 Triliun.
Penyelamatan uang negara itu dilakukan melalui penanganan beragam kasus korupsi yang ditangani beberapa instansi di bawah desk tersebut diantaranya Kejaksaan Agung, Polri, KPK, BPK, OJK dan beberapa instansi terkait.
“Dalam kurun waktu setelah dibentuknya desk pada bulan Oktober 2024 hingga saat ini, lebih kurang 3 bulan, desk telah berhasil menyelamatkan kerugian negara lebih kurang Rp6,7 Triliun,” kata Budi Gunawan saat ditemui di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (2/1/2024).
Menkopolkam mengatakan bahwa capaian ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto, yakni memberantas korupsi di 100 hari pertama kerja kabinet.
Meskipun sudah berhasil menyelamatkan negara dari kerugian sebesar RP 6,7 Triliun, Budi Gunawan memastikan kinerja desknya tidak akan mengendur. Beragam upaya pencegahan dan pengungkapan kasus korupsi akan terus dilakukan sesuai dengan amanat Presiden.
Budi kemudian meminta seluruh instansi pemerintah untuk membantu mencegah korupsi di internal dengan menciptakan birokrasi yang transparan. Dia mencontohkan penggunaan sistem digital dalam pengadaan barang dan jasa dalam sebuah instansi.
“Desk akan terus mendorong penggunaan teknologi digital seperti e-katalog, kemudian e-goverment di seluruh kementerian lembaga dan pemerintah daerah untuk mengurangi risiko-risiko atau peluang-peluang terjadinya korupsi,” kata Budi Gunawan.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini juga meminta kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk melapor sedini mungkin jika menemukan indikasi tindakan korupsi di tempat masing-masing.
Dengan sinergisitas antara desk pencegahan korupsi dan seluruh kementerian atau lembaga, BG yakin pencegahan korupsi dapat dilakukan dengan maksimal. “Sehingga dapat tercipta tata kelola pemerintahan yang semakin bersih semakin transparan sebagaimana visi Bapak Presiden Prabowo Subianto,” jelas BG.



