
Danantara Mau Gabung Anak Usaha Pengelolaan Aset Himbara
Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) buka suara mengenai rencana merger anak usaha bank yang bergerak di bidang pengelolaan aset alias manajer investasi anggota himpunan bank milik negara (Himbara). Danantara melakukan penggabungan terhadap berbagai perusahaan pelat merah itu untuk memperkuat performa kinerjanya.
Kabar beredar bahwa entitas usaha pengelola aset milik ketiga bank BUMN akan bergabung.
Ketiga anak usaha itu antara lain anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang bergerak di bidang pengelola aset. Dikabarkan aset kelolaannya mencapai US$8 miliar atau senilai Rp132,77 triliun.
BRI memiliki anak usaha di bidang pengelola aset, PT BRI Manajemen Investasi, Bank Mandiri memiliki PT Mandiri Manajemen Investasi, dan BNI memiliki PT BNI Asset Management (BNI AM). Di samping itu, ada manajer investasi aset pelat merah lainnya, PT Bahana TCW Investment Management, yang merupakan anak usaha Indonesia Financial Group (IFG).
Selain itu, Danantara juga sudah mengumumkan beberapa rencana konsolidasi perusahaan yang bergerak di bidang yang sama. Seperti konsolidasi perusahaan asuransi dan reasuransi pelat merah, dari 15 perusahaan menjadi 3 entitas.
Sikap Bos Himbara
Direktur Utama Bank Mandiri (BMRI) Riduan menyebut pihaknya akan mengikuti kebijakan para pemegang saham, terkait isu penggabungan usaha manajer investasi milik Bank BUMN.
“Kita ikut apa yang menjadi kebijakan ultimate shareholder (Danantara), nanti rencana bisnisnya dari Danantara,” ungkap Riduan.
Baca:Toko Perhiasan Tiffany & Co Disegel Bea Cukai, Menkeu Tegaskan Impor Ilegal Akan Ditutup



