Celingukan Cari Kopi Di Podium DPR, Prabowo Minta Izin Minum Ke Puan

Jakarta – Gestur Presiden Prabowo Subianto mencuri perhatian di tengah Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026). Di sela pidatonya, Prabowo tampak celingukan mencari kopi di sekitar podium sebelum akhirnya meminta izin minum kepada Ketua DPR Puan Maharani.

Momen itu bermula ketika Prabowo menyebut keberhasilan produk Indonesia menembus pasar internasional, termasuk kopi. Ia berseloroh bahwa kesuksesan tersebut tak lepas dari peran presidennya yang rajin mendorong budaya minum kopi.

“Juga perusahaan seperti Mayora berhasil memasarkan Kopiko di lebih dari 100 negara, karena mereka memiliki brand ambassador, presidennya juga mendorong minum kopi di mana-mana,” ujar Prabowo.

Usai mengucapkan hal itu, Prabowo spontan menoleh (celingukan) ke sekitar podium, seolah baru teringat ada kopi yang telah disiapkan untuknya. Setelah menemukannya, ia langsung meminta izin kepada pimpinan sidang.

“Tapi saya paham, panitia penyelenggara DPR tahu kalau… oh ada,” ujar Prabowo sambil menemukan cangkir kopi di atas podium.

“Saya mohon izin, boleh saya minum, Ibu Ketua?” ucapnya kepada Puan, yang langsung disambut tepuk tangan dari para anggota DPR yang hadir.

Suasana rapat pun makin cair ketika Prabowo melontarkan sejumlah candaan lain. Ia menyebut merek Es Teler 77 dan berkelakar bahwa kader Partai Gerindra seharusnya membuat saingannya dengan nama Es Teler 88.

“Ada juga itu Es Teler 77, kalau orang Gerindra nggak, mau bikin saingannya Es Teler 88,” kata Prabowo, yang kembali disambut tawa anggota Dewan.

Prabowo kemudian meminta maaf kepada Puan atas candaannya, sembari menjelaskan bahwa guyonan itu sengaja dilontarkan agar suasana sidang tidak mengantuk. Sambil mengenakan kacamata, ia bahkan memantau jajaran kursi fraksi Gerindra untuk memastikan tak ada kadernya yang tertidur.

“Maaf Ibu Ketua, supaya nggak ngantuk majelis ini. Saya hanya berhak atas Gerindra ya, jadi saya cek ada Gerindra yang tidur nggak,” ujarnya.

Sebelum suasana cair itu, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah mendorong peran swasta yang lebih besar dalam perekonomian nasional, dengan catatan pertumbuhan bisnis harus dibarengi tata kelola yang benar dan kemampuan bersaing di tingkat global.

“Kita ingin menumbuhkan peran swasta yang lebih besar, besar tapi bener, jangan besar tapi tak bener,” tegasnya.

Baca dong: Rupiah Drop Parah Di Pembukaan Perdagangan Tembus Rp17.426 Per Dolar AS

Share Here: