Binance Di-Hacked, Rp 65,9 T Ditarik Investor

Jakarta – Bursa kripto terbesar di dunia, Binance kembali beroperasi usai pekan lalu diretas. Atas insiden tersebut, investor berbondong-bondong menarik dana hingga US$ 3,64 miliar atau Rp 65,98 triliun (kurs Rp 18.127) atau setara dengan 2,1% dari total aset mereka.

Binance menyatakan penarikan dana kini mulai stabil setelah sempat melonjak di awal. Sementara volume setoran (deposit) dari pengguna juga masih tergolong besar.

Binance, yang didirikan di China, memang telah membuka kembali layanan penarikan dana secara bertahap dengan memprioritaskan permintaan pengguna. Tahap pertama mencakup 15 token, termasuk Bitcoin, Ether, beberapa stablecoin USDC dan USDT, serta Dogecoin.

“Kami menggunakan pendekatan bertahap dengan memprioritaskan token berdasarkan data permintaan pengguna selama seminggu terakhir,” tulis Binance dalam unggahan di akun X, dikutip dari Reuters, Senin (2/10).

Perampokan siber ini sendiri disebut-sebut oleh para analis sebagai pencurian finansial terbesar sepanjang sejarah. Berdasarkan data TRM Labs, aksi kejahatan siber terhadap aset kripto memang tengah marak, penjahat siber tahun lalu berhasil membobol US$ 2,9 miliar dari hampir 150 insiden.

Binance memastikan telah mengganti 95% atau senilai US$ 6 miliar dari total US$ 6,3 miliar aset yang raib dicuri. Perusahaan menggunakan dana internal untuk membeli token pengganti. Sementara sisa 5% aset yang belum kembali terdiri dari instrumen yang kurang likuid sehingga membutuhkan waktu lebih lama.

Sementara FBI secara resmi mengumumkan unit siber asal Korea Utara yang disponsori negara, Trader Traitor, adalah penyebab di balik serangan brutal tersebut.

Baca:Transfer Bank Kena Pajak Digital, Apalagi Ini?

 

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha