BBM Langka, Siswa Sekolah Denpasar PJJ 15-17 Oktober

BBM Langka, Siswa Sekolah Denpasar PJJ 15-17 Oktober

Jakarta – Sekolah di Denpasar menerapkan pembelajaran dalam jaringan (daring) imbas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali. Sekolah yang menerapkan belajar daring atau PJJ mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), baik taman kanak-kanak (TK), kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), dan satuan PAUD sejenis (SPS), termasuk juga sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP).

Pembelajaran daring atau PJJ dilakukan sekolah negeri maupun swasta. Mekanisme ini diambil sesuai dengan instruksi Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar melalui Surat Edaran Nomor B/100.3.4/99/DISDIKPORA tentang Antisipasi Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Terkait Pembelajaran. Pembelajaran daring dimulai Kamis (15/10) hingga Sabtu (17/10).

Kepala Disdikpora Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mengatakan kebijakan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi kelangkaan BBM yang berpotensi mengganggu mobilitas guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Selain itu, pembelajaran daring diharapkan dapat menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Wiratama meminta seluruh kepala satuan pendidikan mengikuti ketentuan dalam surat edaran tersebut guna memastikan proses pembelajaran tetap berjalan optimal.

Kelangkaan BBM di bali terjadi hampir seminggu ke belakang. Pertamina mengklaim sudah menambah pasokan BBM wilayah Bali dan mengirimkannya bertahap.

Baca:Bali Kelangkaan BBM, Antrean Panjang SPBU

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha