Trump Ancam Negara BRICS Agar Tetap Bertransaksi Pakai Dolar

Trump Ancam Negara BRICS Agar Tetap Bertransaksi Pakai Dolar

reporter-channel – Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100 persen terhadap negara-negara BRICS. Ancaman itu disebarkan jika negara-negara anggota BRICS tidak membatalkan rencana untuk menggunakan mata uang alternatif selain dolar AS.

“Gagasan bahwa negara-negara BRICS berusaha untuk menjauh dari Dolar, sementara kita hanya berdiam diri dan mengawasi, sudah berlalu,” tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social, yang diunggah pada hari Sabtu (30/11/2024) dan kemudian dikutip kantor berita Sputnik-OANA di Moskow, Minggu, 1 Desember 2024.

Menurut Trump, Amerika Serikat memerlukan komitmen dari negara-negara anggota BRICS.

“Bahwa mereka tidak akan menciptakan Mata Uang BRICS yang baru, atau mendukung Mata Uang lain untuk menggantikan Mata Uang Dolar AS yang perkasa,” kata Presiden Amerika Serikat Terpilih itu.

Trump kemudian mengatakan bahwa, bila BRICS meneruskan rencana itu, maka negara-negara anggota BRICS akan menghadapi tarif 100 persen, serta harus mengucapkan ‘selamat tinggal pada penjualan berbagai produk mereka ke wilayah perekonomian AS yang luar biasa.

“Mereka bisa mencari ‘orang bodoh’ lain!” kata Trump sebagaimana diberitakan Reuters, Minggu (1/12/2024).

Menurut milyarder Amerika Serikat itu, tidak ada peluang bahwa BRICS akan menggantikan Dolar AS dalam perdagangan internasional. “Negara mana pun yang berupaya menggantikan dolar AS dalam perdagangan internasional akan mengucapkan selamat tinggal kepada Amerika,” ujar Trump pula.

BRICS adalah asosiasi antar pemerintah Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan. Asosiasi antar pemerintah ini dibentuk pada 2006. Rusia menjadi ketua bergilir kelompok ini sejak 1 Januari 2024. Tahun ini dimulai dengan masuknya anggota baru ke dalam asosiasi antar pemerintahan ini.

Selain Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, kelompok itu kini mencakup Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, menurut situs Kepemimpinan BRICS Rusia 2024.

Arab Saudi dilaporkan belum meresmikan partisipasinya, tetapi telah mengambil bagian dalam pertemuan-pertemuan BRICS. Sementara Indonesia baru mengajukan keinginan untuk bergabung dengan BRICS pada Konferensi BRICS di Moskow bulan lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara BRICS meningkatkan langkah-langkah untuk menurunkan ketergantungan mereka pada dolar AS dalam perdagangan internasional. Mereka bertujuan untuk menggunakan mata uang mereka sendiri untuk mematahkan hegemoni dolar dalam perdagangan internasional.

Baca dong: https://reporter-channel.com/trump-ingin-dikenang-sebagai-pembawa-perdamaian/

Share Here: