
Transmisi Automatis vs CVT, Mana yang lebih baik?
Jakarta – Dalam 2 dekade terakhir transmisi Continuously Variable Transmission (CVT) mulai diaplikasikan pada mobil-mobil yang dirakit di Indonesia. Logo mobil berlambang “H” alias Honda dan Nissan pada awal tahun 2000-an mulai memakai transmisi jenis ini.
Baik Automatic Transmission (AT) konvensional maupun CVT, sama-sama memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. CVT mengedepankan efisiensi bahan bakar dan rasa pengendaraan yang halus tanpa hentakan.
Disisi lain transmisi AT konvensional mengedepankan performa, respon yang lebih cepat dan kemampuan dalam menghela atau menangani beban yang lebih unggul, namum efisiensi sedikit lebih rendah dan perpindahan gigi terasa sensasi sentakan.
Pemilihan transmisi ini balik ke kebutuhan anda sebagai pemakai, jika prioritas untuk efisiensi BBM maka CVT adalah pilihan tepat atau kemampuan dalam berkendara maka transmisi AT konvensional adalah jawabannya.
Continuously Variable Transmission ( CVT )
Keunggulan:
1. Efisiensi Bahan Bakar, mesin berputar pada Revolutions Per Minute (RPM) lebih rendah untuk mencapai konsumsi BBM yang hemat terutama diperkotaan/ jalan bebas hambatan.
2. Perpindahan gigi tanpa hentakan, karena menggunakan Sabuk Baja/ Rantai baja bukan gigi konvensional.
3. Memiliki bobot yang ringkas, kecil dan lebih murah dalam produksinya.
Kekurangan:
1. Sensasi Efek Sabuk Karet, kadang berasa tidak terkoneksi dan respon yang lambat dalam akselerasi spontan.
2. Daya tahan, transmisi CVT memiliki daya tahan dan umur pakai yang lebih singkat daripada AT konvensional.
3. Respon lebih Rendah, transmisi CVT menghilangkan sensasi perpindahan gigi.
Automatic Transmission (AT) Konvensional
Keunggulan:
1. Performa yang cepat dan responsif seiring dengan perpindahan gigi.
2. Daya Tahan, mampu menangani mesin dengan power dan torsi yang besar.
3. Rasa berkendara yang dapat diprediksi dan koneksi dalam pengalaman berkendara.
Kekurangan:
1. Efisiensi yang lebih rendah daripada CVT karena penggunaan rasio gigi yang tetap.
2. Kadang beberapa keadaan terjadi sentakan yang kasar dalam perpindahan gigi.
.



