
Tim SAR Deteksi Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya
Jakarta – Operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan berhasil mendeteksi bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam akibat kecelakaan kapal pada pekan lalu. Objek diduga kuat bangkai kapal itu terdeteksi di kedalaman 40-60 meter di bawah laut dan berada 800 meter dari lokasi awal kecelakaan.
Menurut Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, objek diduga kuat kapal terdeteksi menggunakan alat citra sonar milik Dinas Navigasi Kementerian Perhubungan.
Pihaknya menduga kuat itu merupakan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Eko Suyatno menjelaskan, tim SAR menemukan objek itu berada pada kedalaman 40-60 meter di bawah laut.
Lokasi objek tersebut bergeser sekitar 1-2 mil laut atau sekitar 800 meter dari titik datum, lokasi awal kecelakaan kapal yang terjadi pada Rabu pekan lalu.
“Spesifikasi benda panjang dan lebar. Patut diduga itu adalah kapal yang kita cari,” ujarnya Eko Suyatno, Senin (7/7).
Pihaknya menyatakan verifikasi lebih lanjut masih perlu dilakukan. Tim SAR gabungan akan menurunkan alat Remotely Operated Vehicle (ROV) milik KRI Fanildo untuk mendapatkan gambar bawah laut secara jelas.
Sementara Panglima Koarmada II, Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya, menyatakan, KRI Fanildo telah dilengkapi sejumlah teknologi pendeteksi bawah air.
Selain itu, tim penyelam juga disiapkan untuk mendukung operasi pencarian lanjutan, termasuk pencarian korban. Sebanyak 22 penyelam telah menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Blambangan, dan 16 orang dinyatakan siap turun ke laut.
Sebelumnya, Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan akan memperluas 10 hingga 30 mil penyisiran pencarian korban kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, mulai senin ini.
Perluasan jangkauan pencarian korban kapal tenggelam di permukaan pada hari kelima oleh tim SAR gabungan seiring dengan ditemukannya jenazah laki-laki yang diduga kuat salah satu penumpang KMP Tunu Pratama Jaya.
“Temuan akan menjadi evaluasi kami dalam proses pencarian korban, yang nantinya pencarian di permukaan akan diperluas,” kata Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II Surabaya Laksamana Pertama TNI Endra Hartono pada Minggu (6/7).
Jenazah berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan sekitar pukul 10:41 WIB berjarak sekitar 6 mil dari titik lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada Rabu (2/7) lalu.
Baca dong:Perilaku AI Semakin Mengkhawatirkan, Penipuan Hingga Ancaman

