
‘The Last Tale’, Ini Alasan Reza Arap Mengakhiri Marapthon di Season 3
Jakarta – Program live streaming Marapthon resmi memasuki musim ketiga sekaligus terakhir. Mengusung tajuk The Last Tale, Season 3 menjadi penutup perjalanan panjang proyek streaming maraton yang telah berjalan sejak 2024 dan dikenal dengan konsep autentik tanpa skrip.
Marapthon selama ini hadir sebagai format live streaming yang berbeda dari kebanyakan konten digital. Durasi ekstrem, interaksi real-time dengan penonton, serta alur obrolan yang mengalir alami menjadikan setiap episodenya terasa personal dan spontan.
Tidak adanya rundown ketat maupun batasan jenis konten membuat Marapthon menjadi ruang digital yang fleksibel. Penonton pun tak sekadar menjadi penikmat pasif, melainkan ikut memengaruhi arah percakapan melalui fitur chat dan donasi, seolah ikut “nongkrong” bersama para member.
Musim pertama Marapthon yang dimulai pada akhir 2024 berlangsung selama 34 hari dengan empat member inti, yakni Reza Arap, Jot, Yuka, dan Garry. Kesuksesan tersebut berlanjut di musim kedua yang diperluas menjadi sembilan member dan berakhir pada Maret 2025, menandai pertumbuhan komunitas yang semakin besar.
Marapthon Season 3 resmi tayang mulai 8 Februari 2026 melalui kanal YouTube @ybrap. Musim ini dirancang berlangsung selama 100 hari dan langsung menarik perhatian ratusan ribu penonton sejak hari pertama.
Namun, di balik antusiasme tersebut, Reza Arap memastikan Season 3 menjadi musim terakhir Marapthon. Ia mengungkapkan bahwa alasan utama penutupan proyek ini berkaitan dengan fase hidup masing-masing anggota.
“Alasan utamanya karena semua akan punya hidupnya masing-masing,” ujar Reza Arap.
Faktor usia, kesibukan, serta keterbatasan waktu untuk berkumpul bersama menjadi pertimbangan besar. Ke depannya, pertemuan antar member Marapthon kemungkinan hanya terjadi di panggung musik.
“Mentok paling kita ketemunya pas manggung,” lanjutnya.
Meski menjadi penutup, Season 3 tetap mempertahankan formasi member yang sama, yakni Reza Arap, Jot, Yuka, Garry, Aloy, Tepe, Niko, Bravy, dan Ibot. Konsistensi ini menjaga chemistry tetap kuat, menghadirkan obrolan yang penuh canda, refleksi, hingga momen emosional.



