
Sukses Rontokkan Rafale Saham Chengdu Melonjak
Islamabad – Jet tempur Chengdu J-10C buatan Cina mendadak jadi terkenal setelah merontokkan pesawat Rafale buatan Prancis, dalam konflik antara India dan Pakistan, akhir pekan lalu. Saham Chengdu langsung melonjak.
Jet tempur itu dibeli Pakistan dari Cina untuk memperkuat angkatan udara mereka. Pilihan itu ternyata sangat tepat karena, berhasil membuktikan ketangguhannya dalam pertempuran udara antara India dengan Pakistan.
Dalam pertempuran udara itu, jet tempur dengan julukan “Naga yang Tangguh,” ini berhasil merontokkan beberapa pesawat India. Bahkan tiga pesawat tempur Rafale buatan Prancis pun jatuh dibuatnya.
Gara-gara kesuksesan J-10C dalam dogfight di perbatasan India –Pakistan itu, Business Insider melaporkan bahwa saham Chengdu Aircraft Company melonjak lebih dari sepertiga minggu ini di pasar saham Shenzhen. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor pada J-10C.
J-10C konon bukanlah jet tempur tercanggih buatan Tiongkok. Namun jet tempur ini kini dinilai paling layak secara komersial. Jet tempur yang dirancang dan diproduksi Tiongkok ini dapat menjadi pengubah permainan di pasar senjata global.
Menurut David Jordan, dosen senior pada bidang studi pertahanan di King’s College London mengatakan bahwa J-10C mungkin setara dengan F-16 model akhir. “Tapi dengan beberapa fitur seperti rangkaian rudal jarak jauhnya, dapat memberinya keunggulan dalam skenario tertentu,” ujarnya kepada Business Insider, Selasa (13/5/2025).
J-10 adalah jet tempur modern pertama buatan Cina. Pesawat ini mulai beroperasi pada tahun 2004 sebagai J-10A, sebuah jet tempur multiperan bermesin tunggal dengan konfigurasi sayap canard-delta.
Konfigurasi sayap canard-delta ini merupakan pilihan desain yang mengutamakan kelincahan dari pada stabilitas. Karena itu, konfigurasi pesawat ini memberikan kemampuan manuver dalam pertempuran udara.
J-10 juga dirancang agar fleksibel, serta mampu melakukan pertempuran udara-ke-udara dan misi serangan darat. Pesawat jet tempur ini juga mampu menggendong bom berpemandu presisi, rudal antikapal, dan senjata udara-ke-udara jarak menengah.
Gara-gara keunggulannya dengan rudal berkecepatan subsonik yang dibawanya pula, Chengdu J-10C sukses mencatatkan prestasi dalam konflik antara India dan Pakistan. Gara-gara kesuksesannya dalam dogfight itu pula, saham Chengdu langsung berkibar.
baca juga: Pakistan Klaim Tembak Jatuh 5 Jet India

