
Sinopsis dan Fakta Menarik di Balik Film 402 Rumah Sakit Angker Korea
Sebuah tim kreator konten nekat menghadirkan jelangkung ke ruang rumah sakit terbengkalai demi mengejar rekor tiga juta penonton dalam siaran langsung. Niat mencari sensasi itu justru membuka pintu bagi kegelapan yang selama ini tersembunyi di Ruang 402.
Begitulah premis film horor 402 Rumah Sakit Angker Korea, yang resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis (9/7/2026).
Film produksi MD Pictures bersama Umbara Brothers Films ini disutradarai Anggy Umbara dan mengambil latar cerita di Korea Selatan.
Kisahnya berpusat pada grup kreator konten misteri bernama Para Pencari Hantu yang mengeksplorasi Rumah Sakit Yong Won, bangunan tua yang tutup setelah pemimpinnya terseret skandal okultisme.
Cerita dibuka dengan kedatangan dua tim kreator konten asal Indonesia yang baru mendarat di Korea. Tim pertama, Pemburu Hantu, beranggotakan Juna (Arbani Yasiz), Adit (Saputra Kori), dan Bara (Elang El Gibran), streamer berpengalaman di genre horor.
Mereka mengajak berkolaborasi dua kreator konten horor kakak-beradik, Arum (Diandra Agatha) yang supel dan ceria, serta adiknya Yuri (Lea Ciarachel) yang cenderung tertutup. Tim ini kemudian lengkap dengan bergabungnya kreator horor asal Korea, Daeho (Jang Hansol), dan mahasiswi Indonesia yang skeptis pada hal mistis, Tyas (Aylena Fusil).
Malam eksplorasi yang awalnya terasa seperti ajang cari sensasi berubah mencekam ketika tim Pemburu Hantu menghadirkan jelangkung ke salah satu ruangan rumah sakit.
Setelah mantra diucapkan, sejumlah keanehan mulai bermunculan, dan kegelapan dari Ruang 402 perlahan mengambil alih. Bahkan bayangan cuan dari jutaan penonton tak lagi mampu menenangkan mereka yang kini harus berjuang sekadar untuk bertahan hidup dan kembali bertemu matahari pagi.
Film ini terinspirasi dari kesuksesan Gonjiam: Haunted Asylum, film horor found footage asal Korea Selatan yang sempat menggemparkan tahun 2018. Selain menuai kontroversi dengan pemilik gedung rumah sakit asli yang jadi lokasi syuting, Gonjiam juga mencatatkan rekor sebagai film horor tercepat yang meraih satu juta penonton dalam 10 tahun terakhir, capaian yang hanya butuh waktu seminggu, menurut laporan The Korea Times kala itu.
Meski terinspirasi dari Gonjiam, Anggy Umbara menegaskan 402 Rumah Sakit Angker Korea membawa pendekatan berbeda, terutama lewat alur cerita dan sentuhan horor lokal. Ia memadukan elemen mistis dan ritual jelangkung dengan bumbu rahasia kelam antar karakter, yang diklaim mampu menghadirkan kejutan tak tertebak.
“Penonton yang mengira sudah hafal letak jumpscare-nya dipastikan akan tetap menjerit ketika horor tersebut berevolusi menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap dan di luar nalar,” ujarnya.
Proses produksi film ini pun tak mudah. Demi menghadirkan atmosfer mistis yang otentik, Anggy turun tangan merancang sendiri rig kamera seberat 5 kilogram yang harus dipanggul langsung oleh masing-masing aktor di lokasi syuting yang terbengkalai.
“Ini pertama kalinya saya syuting harus membuat rig kamera dulu untuk masing-masing pemain. Semua kami prepare sendiri karena saya yakin harus kasih effort ekstra untuk film ini. Hasilnya, bagi saya ini film Anggy Umbara terseram,” ungkapnya.
Respons positif pun mengalir sejak gala premiere digelar. Sutradara Kimo Stamboel bahkan menyebut film ini sebagai salah satu karya terbaik Anggy Umbara.
“Film ini menurut gue salah satu karya Anggy Umbara yang terbaik, gue suka banget dan ini adalah sesuatu yang kalian harus nonton banget di bioskop,” ucapnya.



