
Siapa Yayasan MBN Yang Dilaporkan Mitra Dapur MBG Kalibata Atas Dugaan Penggelapan?
Jakarta – Mitra dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalibata membuat laporan polisi dengan perkara penggelapan dana yang dilakukan Yayasan Media Berkat Nusantara (MBN) sebesar Rp 1 Miliar. Sang mitra dapur bahkan mengaku besaran anggaran per porsi makanan disunat pihak yayasan MBN. Kisruh semacam ini bakal terus terjadi akibat minimnya pengawasan anggaran?
Yayasan MBN merupakan pihak yang dipercaya bekerjasama dengan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Kalibata dalam pengelolaan makanan bagi anak sekolah. Laporan penggelapan terhadap yayasan MBN dilakukan mitra dapur pada Kamis (10/4/2025) pekan lalu.
Kuasa hukum pelapor, Danna Harly, membeberkan kliennya yakni Ira Mesra Destiawati, sudah bekerja sama dengan pihak yayasan dan SPPG Kalibata sejak Februari sampai Maret 2025, dengan total kurang lebih 65 Ribu porsi dalam dua tahap.
“Perselisihan ini terjadi pada Senin (24/3/2025), di mana Ibu Ira mengetahui ternyata terdapat perbedaan anggaran untuk siswa-siswi PAUD, TK, RA, atau SD,” ungkap Danna.
Dalam kontraknya, perjanjian dengan yayasan dicantumkan harga Rp 15 Ribu per porsi. Namun, di tengah jalan, sebagian diubah menjadi Rp 13 ribu.
“Setelah ada pengurangan, hak kami sebagai mitra dapur masih dipotong sebesar Rp 2.500. Jadi dari Rp 15 Ribu dipotong Rp 2.500 menjadi Rp 12.500 dan dari Rp 13 Ribu dipotong pula Rp 2.500 setiap porsinya,” katanya.
Lebih lanjut, menurut Danna, kliennya mengetahui Badan Gizi Nasional (BGN) telah membayar yayasan Rp 386.500.000. Namun ketika kliennya hendak menagih haknya, pihak yayasan malah berkata bahwa Ibu Ira kekurangan bayar Rp 45.314.249 dengan dalih kebutuhan di lapangan
Belakangan, mitra dapur milik Ira itu justru ditagih oleh Yayasan MBN senilai Rp 400 Juta.
“Kita malah ditagih Rp 400 juta. Suruh bayar ompreng,” tambah Danna.
Rencananya, pihak mitra dapur MBG selaku pelapor dijadwalkan diperiksa Selasa (22/4/2025).
Klarifikasi BGN Minta Tidak Dikaitkan
Kisruh ini mendapatkan sorotan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan hal itu sebagai masalah internal mitra dan tidak ada kaitan dengan BGN.
“itu murni masalah internal mitra, tidak ada hubungannya dengan Badan Gizi,” kata Dadan, Rabu (16/4).
Dadan mengatakan BGN juga baru mengetahui yayasan dan mitra tersebut partner program MBG. BGN hanya mengetahui pihak yayasan sebagai satu-satunya kesatuan mitra BGN.
“Jadi mereka itu antara yayasan dengan pemilik fasilitas, dua pihak yang berbeda dan di antara mereka kan ada perjanjian khusus. Kami tahunya kan itu satu kesatuan mitra dan itulah yang menjadi mitra Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Dadan menuturkan pihaknya telah memfasilitasi mediasi antara mitra dan yayasan MBN untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi. Dia meminta mitra tersebut tidak membawa-bawa BGN dalam permasalahan ini.
“Bahwa itu masalah internal di antara mereka dan mohon tidak dibawa-bawa masalah Badan Gizi Nasional. Karena urusan Badan Gizi Nasional sudah selesai dan kami tadi sudah minta agar besok SPPG Kalibata sudah operasional kembali,” tutupnya.
Dengan kapasitas sebagai pengelola SPPG, sayangnya informasi mengenai yayasan MBN tidak banyak diketahui publik. Dari penelusuran di internet, Media Berkat Nusantara hanya tercantum sebagai penyedia jasa event organizer atau Meeting, Insentive, Conference, dan Exhibition (MICE) yang beralamat di jalan Gunung Sahari, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Baca dong:
MBG Tambah Anggaran 100T, Kepala BGN: Berapapun Pasti Diberi Pak Presiden



