Sepekan Berlalu, Kematian Diplomat Arya Daru Masih Misterius

Sepekan Berlalu, Kematian Diplomat Arya Daru Masih Misterius

Jakarta – Kasus kematian diplomat muda Kemlu Arya Daru Pangayunan sudah sepekan berlalu, namun pihak kepolisian belum juga mengungkap titik terang penyebab kematian Arya. Polisi sudah melakukan dua kali olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap tabir kematian Arya. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan menganalisis fakta-fakta di lapangan. penyelidikan kasus ini menggunakan metode scientific investigation, namun belum membuahkan hasil.

Arya Daru Pangayunan ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat dengan kondisi wajah dilakban pada 8 Juli lalu. Kematiannya yang terbilang aneh memunculkan beragam spekulasi antara dibunuh atau bunuh diri. Sebab fakta di tkp tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, tidak ada barang yang hilang dan pintu terkunci dari dalam sementara wajah Arya dilakban, mungkinkah Arya bunuh diri dengan menempuh cara yang sulit? Mengapa harus menyiksa diri sendiri untuk bunuh diri? Sementara untuk dikatakan korban pembunuhan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Arya.

Tidak sedikit yang meyakini Arya tewas dibunuh karena resiko dari tugas-tugas diplomatik yang diembannya semasa hidup. Sehari setelah kematian Arya beredar luas rekaman CCTV yang menunjukkan aktivitas Arya sebelum ditemukan meninggal dunia. Arya tertangkap kamera keluar dari kamar kosnya lalu kembali masuk ke dalam kamar.

Mantan pimpinan KPK yang juga pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) ikut menganalisis kasus ini. Bambang mengungkap teori pembunuhan lock room mistery, cara ini biasanya digunakan pelaku untuk mengirim pesan simbolik sehingga dapat diartikan oleh para kriminolog sebagai pesan pembungkaman.

“Jadi si pelaku itu sedang mengirim pesan simbolik,” kata Bambang di kanal YouTubenya, Selasa, 16 Juli 2025. Bambang menjelaskan pesan yang pertama kali ingin disampaikan adalah bagaimana kejahatan itu dilakukan.

“Pak Daru itu kan mulut wajahnya dilakban. Nah, ini bagi kalangan kriminolog disebut sebagai simbol pembungkaman,” jelas Bambang Widjojanto.

Sementara itu pihak kepolisian telah menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus kematian Arya Daru Panguyunan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan diminta atau tidak diminta pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut.

“Apabila sudah kami temukan bukti-bukti, saya minta untuk anggota juga bergerak maksimal agar bisa segera terungkap dan (kasus ini) memang ditunggu oleh publik,” ucap Listyo.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto pada Kamis 10 Juli 2025 mengatakan akan mengumumkan hasil penyelidikan dalam waktu satu pekan. Ia menjelaskan butuh waktu dalam proses penyelidikan tidak hanya mengandalakan satu sumber bukti tapi memadukan berbagai bukti lainnya. Sejak kematian Arya 8 Juli lalu polisi belum juga mengumumkan hasil penyelidikannya.

Share Here: