SBS Buka Suara soal Drama Terbaru Ha Young di Tengah Kontroversi Buyut yang Diduga Pro-Jepang

SBS Buka Suara soal Drama Terbaru Ha Young di Tengah Kontroversi Buyut yang Diduga Pro-Jepang

Aktris Ha Young tetap melanjutkan proses syuting drama terbarunya di SBS, ‘The Long Shot Trial’, meski tengah menjadi sorotan publik menyusul terungkapnya fakta bahwa sang buyut diketahui pernah terlibat dalam aktivitas pro-Jepang pada masa penjajahan Jepang di Korea, tepat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Korea.

Drama yang merupakan adaptasi dari serial populer asal Jepang ini kini menjadi perhatian industri penyiaran, mengingat kontroversi seputar latar belakang keluarga sang pemeran utama dikhawatirkan berdampak pada kelangsungan produksinya.

Berdasarkan laporan media hiburan pada 12 Agustus, Ha Young didapuk sebagai pemeran utama wanita dalam drama Jumat-Sabtu terbaru SBS tersebut, yang saat ini masih dalam proses produksi dengan target tayang perdana pada Februari tahun depan.

Ha Young dikabarkan tetap menjalani jadwal syuting seperti biasa, bahkan pada hari ketika kritik publik terhadap dirinya semakin memuncak usai identitas buyutnya, Ahn Sang Ho, dikonfirmasi terlibat aktivitas pro-Jepang. Sejumlah kalangan industri menilai kemungkinan sang aktris mundur dari proyek di tengah jalan masih cukup kecil, mengingat masih ada rentang waktu cukup panjang sebelum penayangan perdana.

Menanggapi hal tersebut, pihak SBS menyatakan bahwa sebagian besar adegan drama telah rampung digarap, meski mereka enggan merinci lebih jauh progres produksi secara spesifik. Stasiun televisi tersebut menegaskan bahwa mereka menyadari sepenuhnya situasi yang berkembang dan terus memantau perkembangannya secara saksama.

‘The Long Shot Trial’ sendiri mengangkat kisah komedi hukum penuh misteri, mengikuti perjalanan seorang mantan pengacara yang kini menjadi manajer kantor hukum dengan metode tak biasa dalam memenangkan kasus-kasus yang tampak mustahil.

Lee Je Hoon didapuk sebagai pemeran utama pria, berperan sebagai Kwon Baek, beriringan dengan karakter Yeo Shim Hee yang diperankan Ha Young, seorang pengacara pemula yang mengagumi sosok Kwon Baek tanpa menyadari reputasinya yang telah runtuh.

Drama ini diadaptasi dari serial TV Asahi tahun 2018 berjudul ‘Ex-Lawyer Shoko Takanashi’, dengan sejumlah penyesuaian elemen cerita agar sesuai konteks sistem hukum Korea, termasuk pengalihan fokus cerita dari karakter utama perempuan pada versi originalnya menjadi karakter pria dalam adaptasi Korea ini.

Kontroversi bermula dari penampilan Ha Young di acara varietas KBS 2TV, ‘Problem Child in House’, pada 7 Agustus lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan dirinya sebagai keturunan keempat dari keluarga dokter, sembari menceritakan bahwa sang buyut pernah menempuh pendidikan kedokteran di Jepang sebelum membuka praktik pengobatan bergaya Barat di Hanyang, bahkan sempat menangani langsung Kaisar Gojong.

Belakangan, identitas sang buyut dikonfirmasi merupakan Ahn Sang Ho, sosok yang tercatat pernah menjadi anggota dewan Daijeong Friendship Association pada 1916, organisasi yang secara luas dikategorikan sebagai kelompok pro-Jepang pada masa itu. Sejumlah catatan sejarah turut menunjukkan bahwa Ahn Sang Ho pernah menyampaikan dalam sebuah wawancara pada 1918 bahwa gaya hidupnya nyaris tak berbeda dengan masyarakat Jepang, dan ia jarang berinteraksi dengan sesama warga Korea.

Menyusul terungkapnya fakta tersebut, agensi Ha Young, BISTUS Entertainment, sempat membantah tudingan aktivitas pro-Jepang yang beredar sebagai hal yang tidak berdasar. Namun, bantahan tersebut justru menuai kritik lebih luas setelah sejumlah bukti historis konkret ikut mencuat ke publik.

Agensi akhirnya mengoreksi pernyataan awal mereka dan secara resmi mengonfirmasi keterlibatan Ahn Sang Ho dalam organisasi tersebut, sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas respons awal yang dinilai terburu-buru tanpa verifikasi memadai.

Sejumlah sejarawan turut memberikan pandangan beragam terkait status Ahn Sang Ho. Mantan Direktur Independence Hall of Korea, Lee Joon Sik, menilai keanggotaan Ahn Sang Ho dalam organisasi tersebut cukup beralasan untuk dikategorikan sebagai bentuk keterlibatan dalam aktivitas pro-Jepang.

Sementara itu, sejarawan Shim Yong Hwan memberikan penilaian yang lebih hati-hati, menyebut perlu kecermatan sebelum melabeli seseorang sebagai kolaborator pro-Jepang hanya berdasarkan status keanggotaan organisasi tanpa bukti tindakan kolaborasi yang lebih konkret.

Menyusul gelombang kritik yang terus bergulir, Ha Young akhirnya mengunggah permintaan maaf tulisan tangan melalui media sosialnya pada 12 Agustus. Dalam pernyataannya, ia mengaku baru mengetahui riwayat aktivitas pro-Jepang sang buyut usai menelusuri sendiri berbagai catatan terkait pasca insiden ini mencuat, dan menyampaikan penyesalan mendalam karena selama ini membicarakan riwayat keluarganya secara sembarangan tanpa memahami sepenuhnya kepedihan sejarah masa penjajahan Jepang.

Kontroversi ini turut merembet ke proyek lain yang tengah tayang, yakni serial orisinal Netflix ‘Our Sticky Love’, tempat Ha Young berperan berlawanan dengan Jung Hae In. Serial romantic comedy tersebut kini turut menjadi bahan perdebatan hangat di kalangan penonton menyusul mencuatnya isu seputar latar belakang sejarah sang pemeran utama wanita.

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha