Resmi Gantikan STY, Kluivert Ke Indonesia 11 Januari 2025

Resmi Gantikan STY, Kluivert Ke Indonesia 11 Januari 2025

Jakarta – Pelatih Timnas Patrick Kluivert dijadwalkan akan datang ke Indonesia 11 Januari 2025, sebelum diperkenalkan secara resmi pada esok harinya 12 Januari 2025.

Kepastian Kluivert menjadi pelatih Timnas dipublikasikan di laman www.pssi.org. Judul berita di laman tersebut jelas menulis “Patrick Kluivert Resmi Menjadi Pelatih Timnas Indonesia” Lebih lanjut laman tersebut menulis, saat melatih Skuad Garuda, Kluivert akan dibantu oleh sejumlah asisten pelatih dari Belanda seperti Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Selain itu, akan ada dua pelatih lokal Indonesia yang menjadi asisten pelatih.

PSSI meyakini Kluivert mampu membawa Timnas lebih baik dan mencapai target lolos ke Piala Dunia 2026.

Melansir www.pssi.org, pada eranya pelatih Kluivert merupakan striker terbaik Belanda sekaligus sejumlah klub papan atas Eropa seperti Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, CF Valencia, Newcastle United, PSV dan Lille.

Setelah pensiun sebagai pemain pada tahun 2008, pelatih kelahiran Amsterdam, Belanda pada 1 Juli 1976 tersebut langsung merintis karier sebagai pelatih. Dia memulai sebagai asisten pelatih di AZ Alkmaar, NEC Nigmegen, Brisbane Roar. Selanjutnya menjadi pelatih Jong Twente dan berhasil meraih gelar juara.

Namun pengangkatan Kluivert sebagai pelatih Timnas mendapat kecaman publik, belum juga melatih, tagar #kluivertout viral di media sosial. Netizen pecinta sepakbola Indonesia sangat meragukan sosok Kluivert dalam menukangi Martin Paes dan kawan-kawan.

Pengamat sepakbola Mohammad Kusnaini menyesalkan pemecatan Shin Tae Yong, menurutnya pergantian tersebut dilakukan dalam waktu yang tidak tepat.

“Yang agak disesalkan adalah momentumnya. STY diganti saat timnas sedang menghadapi fase kritis dalam perjuangan lolos ke Piala Dunia 2026,” kata Kusnaeni.

Di sisi lain, Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali dalam wawancara di program Catatan Demokrasi TVOne, STY Out, Garuda Tetap All Out?,

Selasa (7/1/25) mengatakan pemecatan Shin Tae-yong buntut dari rentetan peristiwa internal yang selama ini tersembunyi dari publik.

“Bersama Save Our Soccer saya sudah mempelajari tim ini (Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong) potensial. Tapi, mungkin ada riak-riak di tengah jalan seperti arogansi pelatih. Saya melihat benih-benih keributan bukan dimulai dari Kualifikasi Piala Dunia 2026, tapi dari Piala Asia 2023,” kata Akmal.

Di bawah Kluivert Timnas akan melakoni 4 laga sisa lagi yakni menyambagi Australia 20 Maret, kemudian menjamu Bahrain 25 Maret, dan China 5 Juni dan terakhir menantang Samurai biru di kandang mereka pada pada 10 Juni. Laga tersebut merupakan pertandingan lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 grup C zona Asia.

Saat ini Indonesia berada di peringkat ketiga grup C di bawah Jepang dengan 16 poin, dan Australia yang mengantongi 7 poin, sementara Timnas baru mengoleksi 6 poin. Agar tetap menjaga asa ke Piala Dunia 2026 minimal Indonesia harus menempati posisi 3 atau 4 untuk kembali memperebutkan tiket piala dunia di ronde keempat.

Share Here: