
Rakyat Bone Marah, Demo Protes Pajak Berujung Ricuh
Bone – Unjuk rasa menolak kenaikan pajak ‘ugal-ugalan’ di Bone berujung ricuh. Massa marah dengan melempari aparat dengan batu, membakar ban dan memblokade jalan. Tidak berhenti sampai di situ, pagar kantor Bupati Bone dijebol massa. Polisipun terpaksa melepaskan tembakan untuk meredam massa yang anarkistis.
Ribuan orang yang berunjuk rasa menuntut pemerintah Kabupaten Bone menurunkan pajak karena membebani rakyat. Massa menuntut Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin memberikan penjelasan terkait kebijakan mereka yang menaikkan pajak. Pemerintah Kabupaten Bone menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga tiga kali lipat atau 300 persen dari sebelumnya.
“Kami minta mereka yang datang menemui kami, atau kami yang masuk menemui mereka,’ kata Jenderal Lapangan Aliansi Rakyat Bone Rafli Fasya di depan massa.
Aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. Aparat memintah massa membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.
“Kepada warga kami perintahkan untuk pulang ke rumah,” teriak petugas.
Namun seruan ini membuat massa marah kemudian melempari polisi yang berjaga di depan kantor bupati dengan air mineral. Polisi merespon dengan melepaskan tembakan peringatan sebanyak lima kali, namun massa semakin marah hingga merangsek menjebol pagar pintuk keluar kantor Bupati Bone.
Aparat yang tediri dari anggota Polri langsung membuat barisan menghadang massa. Mereka melindungi diri dengan tameng anti huru-hara, sementara anggota TNI berbaris di lobi kantor Bupati Bone. Aksi penolakan pajak di Bone sudah ramai di media sosial dan masyarakat. Mereka geram dengan keputusan pemerintah Kabupaten Bone yang menaikkan pajak hingga tiga kali lipat.
Pemerintah Bone membantah telah menaikkan pajak hingga 300 persen melainkan hanya 65 persen. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bone, Muh Angkasa mengatakan kenaikan PBB sekira 65 persen. Kenaikan tersebut untuk menyesuaikan zona nilai tanah sesuai aturan Badan Pertanahan Nasional.
Unjuk rasa yang digelar masyarakat Bone terinsipirasi oleh masyarakat Kabupaten Pati yang rama-ramai menolak kenaikan pajak hingga 250 persen. Aksi di Pati melahirkan Hak Angket DPRD kepada Bupati Pati Sudewo.
Baca dong: Ini Tanggapan Istana Soal Bupati Pati Arogan Didemo Warganya

