
Puan Minta Fadli Zon Terbuka Dalam Penulisan Sejarah
Jakarta – Ketua DPR Puan Maharani meminta Menteri Kebudayaan Fadli Zon terbuka dalam melakukan upaya penulisan kembali sejarah RI yang ditargetkan rampung Agustus 2025. DPR akan meminta penjelasan Kemenbud terkait mekanisme, proses hingga segala hal yang berkaitan dengan upaya penulisan ulang sejarah RI.
Puan menegaskan Kemenbud tidak boleh menjadikan penulisan ulang sejarah RI sebagai upaya untuk mengaburkan sejarah. “Kami dari Komisi X akan meminta penjelasan dari pemerintah terkait dengan penulisan ulang sejarah itu seperti apa,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2025).
Puan mengatakan, pemerintah harus mengakomodir segala fakta sejarah Indonesia yang bersifat pahit maupun tidak. “Yang penting jangan ada pengaburan atau penulisan ulang terkait sejarah tapi kemudian tidak meluruskan sejarah,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian mengakui pihaknya belum pernah membahas dan berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan tentang proyek ini. “Terus terang kami pun belum pernah bertemu secara langsung dan membahas apa persisnya hal-hal yang akan direvisi atau bagaimana prosesnya dan sebagainya,” kata Hetifah dalam rapat komisi X di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (19/5).
Anggota Komisi X Fraksi PDIP Mercy Barends juga mengatakan bahwa Kementerian Kebudayaan belum pernah mengirim laporan tentang proyek ini.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon tengah menggarap proyek penulisan ulang sejarah RI. Fadli menyebut bakal ada perubahan dalam sejarah kolonialisasi di Indonesia. Politikus Partai Gerindra itu memastikan tak ada perubahan tentang sejarah peristiwa berdarah 1965 dan 1998.
Fadli menargetkan proyek ini rampung pada Agustus 2025. Menurut dia, ada 100 sejarawan dan peneliti yang terlibat dalam proyek ini. Tim penulisan dipimpin Guru Besar Sejarah Universitas Indonesia (UI) Susanto Zuhdi.
Baca juga: Prabowo Ungkap Alasan Dirinya Dan Purnawirawan TNI Tampil Di Medan Politik

