Prabowo Suntik Modal Bulog Rp16,6 T Untuk Serap Gabah Petani

Prabowo Suntik Modal Bulog Rp16,6 T Untuk Serap Gabah Petani

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto suntik modal Perum Bulog Rp 16,6 Triliun untuk menjamin percepatan penyerapan produksi gabah petani. Apalagi, saat ini masih banyak daerah yang harga gabahnya di bawah HPP yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu Rp6.500 per kg gabah kering panen (GKP) di tingkat petani.

“Presiden meminta kami menjaga momentum panen raya pada bulan Februari – Maret 2025 ini, supaya tak ada pihak yang dirugikan,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (4/2/2025)..

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pekan lalu Kementerian Pertanian telah memprediksikan bahwa produksi gabah petani Februari hingga April 2025 akan surplus hingga 4 juta ton. Karena itu Perum Bulog diperintahkan untuk segera menyerap hasil panen petani.

Kata Amran BPS, produksi gabah Januari – Maret 2205 akan naik 50% dibanding tahun lalu. Hingga Maret diperkirakan produksi beras mencapai 8 juta ton. Sehingga stok beras pemerintah diperkirakan mencapai 13 – 14 juta ton hingga Maret 2025. “Artinya, Januari sampai April ada surplus 4 juta ton,” ujarnya.

Surplus 4 juta ton ini, kata Amran, harus segera diserap oleh Perum Bulog. Terlebih kondisinya harga gabah di petani rata-rata masih di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) khususnya pada wilayah yang mengalami panen raya. Kondisi itu terjadi pada 70% wilayah di Indonesia. “Sisanya 30% masih berada di atas HPP,” ujarnya.

Dengan penyerapan beras oleh Bulog, yang menggunakan HPP patokan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram, akan membuat petani lebih sejahtera. “Kami diperintah Bapak Presiden untuk mempercepat serap gabah, karena ini adalah momentum yang paling baik, karena kalau lewat momentum ini bisa menyulitkan petani-petani kita ke depan,” kata Amran.

Untuk penyerapan beras petani itulah Presiden setuju dengan memberikan suntikan modal berupa utang kepada Bulog sebesar Rp 16,6 triliun, tanpa bunga. “Karena kondisi modal Bulog kurang, beliau mengucurkan langsung tanpa bunga. Itu Rp 16,6 triliun untuk Bulog,” kata Mentan.

Suntukan modal itu, kata Amran, diberikan supaya rencana penyerapan beras petani di momen panen raya berjalan lancar. “Sekarang sudah diproses, kalau tidak salah mungkin uangnya sudah ditransfer ke Bulog, jadi semua kebutuhan, kemudian persiapan gudang, dana, semua sudah diberikan oleh bapak Presiden,” ujarnya.

Dengan suntikan modal Rp 16,6 triliun itu, menurut Amran, tidak ada alasan lagi bagi Bulog untuk mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengeksekusi program penyerapan gabah dari petani karena kekurangan modal.

Baca juga dong: Bulog Dapat Anggaran Rp16 Triliun Untuk Serap 3 juta Ton Beras

Ini juga perlu dibaca: Pemerintah Serap 3 Juta Ton Beras Hingga April 2025

Share Here: