
Prabowo Resmikan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik
Karawang – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, proyek strategis ini merupakan pengembangan industri baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir yang dikembangkan bersama antara Kementerian BUMN bersama Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), serta konsorsium CATL, Brunp, dan Lygend (CBL).
“Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang memotivasi dan terus mendorong agar BUMN mengambil peran strategis dalam hilirisasi industri, serta mendukung penuh transformasi menuju industri hijau, khususnya dalam industri baterai terintegrasi,” ucap Erick Thohir.
Menurutnya konsorsium BUMN yang berada di bawah naungan Danantara tersebut akan berfokus pada pengelolaan investasi dan operasionalisasi berkesinambungan. Kementerian BUMN akan terus menjalankan pengawasan dan penugasan pemerintah, berkolaborasi dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian, sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi melalui swasembada energi.
“Indonesia tidak lagi sekadar menambang dan mengekspor bahan mentah, melainkan membangun industri bernilai tambah hingga produk akhir seperti baterai kendaraan listrik,” ujarnya.
Proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) dengan nilai investasi sebesar 5,9 miliar dolar Amerika Serikat. Erick menambahkan, proyek ini akan menciptakan rantai nilai industri dalam negeri yang kuat, mulai dari penambangan nikel hingga produksi baterai berstandar global. Erick menyebut, proyek pabrik baterai di Karawang tidak hanya akan memasok kebutuhan kendaraan listrik nasional, tetapi juga menargetkan ekspor baterai berkualitas tinggi ke pasar global.
Di Karawang, pabrik sel baterai berkapasitas awal 6,9 GWh tengah dibangun dan akan dikembangkan hingga 15 GWh dalam lima tahun. Pabrik ini ditargetkan beroperasi pada 2026 guna melayani pasar kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi baik domestik maupun ekspor.
Erick Thohir menambahkan, bahwa manfaat dari proyek strategis ini tidak hanya akan dirasakan oleh sektor industri, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya. Salah satunya melalui penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar.
“Kita berbicara tentang 8.000 tenaga kerja langsung dan ribuan lapangan kerja lain secara tidak langsung, termasuk dari sektor pendukung seperti katering dan transportasi,” tambahnya.
“Dengan melibatkan UMKM lokal, proyek ini akan mendorong tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru, khususnya di wilayah Karawang dan Halmahera Timur,” kata Erick.
Erick menyampaikan bahwa keterlibatan mitra global seperti CATL, Brunp dan Lygenddalam proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik akan memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian penting dari rantai pasok internasional.
“Lewat ekosistem baterai kendaraan listrik ini, Indonesia akan memimpin rantai pasok global dan menjadi pusat industri hijau dunia,” tuturnya.
Dengan terbangunnya ekosistem industri baterai kendaraan listrik ini, Erick berharap Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi, tetapi juga memperkuat posisi sebagai salah satu pusat produksi dan inovasi teknologi hijau di kawasan Asia dan dunia.
“BUMN dan ESDM adalah tulang punggung negara untuk mendorong hilirisasi dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Melalui proyek ini, Saya bersama Pak Bahlil menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia serius menjadi pemain utama kendaraan listrik global, bukan hanya sebagai penonton, sesuai arahan serta visi Bapak Presiden Prabowo menjadikan bangsa Indonesia besar dan mandiri” ujarnya.
Baca dong: Prabowo Setujui Konsorsium Huayou Gantikan LG di Proyek Baterai EV

