
Perang AS-Israel-Iran, PBB Gelar Rapat Darurat Serukan Perundingan
Jakarta – Konflik memanas usai serangan duo Amerika Serikat-Israel ke ibukota Iran, Teheran, pada Sabtu (28/2). Di hari yang sama, Iran pun membalas dengan menyerang pangkalan militer AS yang berada di beberapa negara di regional Timur Tengah. Atas kondisi ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar rapat darurat dan menyerukan agar pihak bertikai maju ke meja perundingan.
Rapat darurat digelar PBB menyusul serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Data PBB melaporkan 20 kota di Iran telah terdampak serangan Israel dan AS itu.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dilansir Al Jazeera, Minggu (1/3), menyebutkan bahwa ia mencatat laporan tentang para pemimpin Iran yang tewas, tetapi mengatakan ia tidak dapat mengkonfirmasi secara independen.
“Saya menyerukan de-eskalasi dan penghentian permusuhan segera. Alternatifnya adalah potensi konflik yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas regional. Saya sangat mendesak semua pihak untuk segera kembali ke meja perundingan,” katanya.
Presiden AS, Donald Trump melalui akun resmi media sosialnya menyatakan pemimpin Iran, Ali Khamenei tewas serangan itu. Meski begitu, klaim sepihak Trump dibantah oleh Menteri Luar Negeri Iran, yang menyatakan Khamenei masih hidup dan aman.


