Pawai Kebaya Lintas Generasi 2024

Pawai Kebaya Lintas Generasi 2024

reporter-channel – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Pawai Budaya sebagai bagian dari rangkaian acara “Rayakan Budaya Indonesia” (RAYA), Minggu (22/12/2024).

Pawai dimulai dari Patung Kuda, melewati Monumen Nasional, dan berakhir di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, sebagai bentuk perayaan pengakuan 3 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar Intangible Cultural Heritage UNESCO. Yaitu Reog Ponorogo, Kolintang dan Kebaya.

Pawai budaya ini melibatkan berbagai komunitas budaya, seperti Paguyuban Reog Se-Jabodetabek, Pencak Silat Cimande dan Liga Nasional Kebaya. Selain itu, budaya yang telah lebih dahulu diakui UNESCO, seperti Noken (2012) dan Tari Saman (2011), turut dipamerkan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama istri dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo ikut berjalan kaki bersama peserta setelah melepas rombongan pawai. Dalam sambutannya di Anjungan Sarinah, Fadli zon mengatakan bahwa pengakuan dunia terhadap Reog Ponorogo, Kolintang dan Kebaya merupakan bukti kekayaan budaya Indonesia.

“Pengakuan ini adalah pencapaian besar yang juga membawa tantangan untuk melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budaya tersebut. Keberagaman budaya kita bukanlah ancaman, tetapi kekuatan untuk mempersatukan bangsa,” ucap Fadli Zon.

Fadli menambahkan bahwa pentingnya peran Kementerian Kebudayaan yang baru dibentuk sebagai langkah strategis pemerintah untuk menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan bangsa.

“Tugas utama kami adalah memastikan masyarakat Indonesia mencintai dan bangga dengan budaya mereka sendiri. Dengan budaya yang kuat, kita tidak akan kehilangan jati diri di tengah arus globalisasi,” tambahnya.

Selain pawai, juga diadakan workshop untuk memperkenalkan budaya takbenda kepada generasi muda dan mendekatkan mereka pada kekayaan warisan budaya Indonesia. Dan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) berkesempatan memberikan penghargaan atas rekor “Pawai Kebaya Lintas Generasi” sebagai pawai berkebaya dengan jumlah peserta terbanyak. Sertifikat penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Jaya Suprana, pendiri MURI, kepada Menteri Kebudayaan.

Acara ditutup dengan flash mob yang melibatkan mahasiswa dan komunitas Papua, diiringi penampilan musik oleh penyanyi Nowela dan Black Selection Band. Penutupan ini menjadi puncak dari perayaan budaya yang meriah, menunjukkan semangat masyarakat untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Indonesia.

Share Here: