Pancasila Dan UUD 1945 Dasar Ekonomi Kekeluargaan Indonesia

Pancasila Dan UUD 1945 Dasar Ekonomi Kekeluargaan Indonesia

Jakarta – Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 merupakan dasar pemerintah dalam menjalankan ekonomi kekeluargaan di Indonesia. Hal itu dikatakan Presiden Prabowo Subianto dalam Sarasehan Ekonomi Nasional yang diikuti dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (8/4/2025).

Menurut Presiden Prabowo dasar ini yang membuat proses berjalannya ekonomi di Indonesia mengedepankan prinsip kesetaraan dan keadilan Indonesia.

“Ekonomi kita berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, berarti ekonomi kita harus berdasarkan sila-sila itu. Harus berketuhanan, harus mengandung persatuan Indonesia. Kita tidak mau pertumbuhan-pertumbuhan, tapi Indonesia bubar, tidak mau,” kata Prabowo.

Dengan Pancasila, kata Prabowo setiap kebijakan terkait dengan ekonomi di pemerintahannya akan difokuskan untuk memenuhi unsur dari lima butir sila yang ada, dan pada akhirnya mampu memberi kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Maka dari itu, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo pengelolaan aset kekayaan terutama sumber daya alam dipastikan tidak akan sembarang untuk dilepas kepada pihak asing.

Prabowo menjelaskan dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan tersebut, pasal 33 dari UUD 1945 menjadi dasar yang melekat yaitu terkait dengan asas kekeluargaan.

“Saya ulangi, perekonomian kita asasnya adalah kekeluargaan, sehingga tidak boleh ada yang lapar di Republik yang sudah merdeka 80 tahun ini. Tidak boleh ada yang tinggal tinggal di bawah kolong jembatan, ini menusuk rasa keadilan. Tidak boleh ada orang yang tidak makan, ini yang mendasari,” ujarnya.

Dengan Pancasila dan UUD 1945, maka Prabowo mengaku menyiapkan strategi yang berfokus agar Indonesia bisa mencapai swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air, hingga industrialisasi bisa membawa kemakmuran bagi Indonesia.

Keempat hal itu dinilai Presiden sejalan dengan tujuan global dari Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan yang perlu diambil oleh negara-negara di dunia.

“Swasembada pangan menjadi sasaran kita, swasembada energi, swasembada dan manajemen air yang baik, dan tentunya industrialisasi supaya nilai tambah ada di republik kita,” ujarnya saat menutup amanatnya.

Baca dong: Prabowo Akan Bicara Ekonomi Global Dan Dampak Tarif Trump

Share Here: