
Museum Majapahit Resmi Gantikan Pusat Informasi Majapahit
Mojokerto – Museum Majapahit resmi digunakan, yang sebelumnya bernama Pusat Informasi Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke wilayah yang sarat nilai sejarah dan budaya.
Peresmian dihadiri oleh Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Evi Afianasari, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Anda Warwindari, Kadisdikbud Kota Mojokerto Rubi Hartoyo, Kepala Museum dan Cagar Budaya Abi Kusno dan Kepala BPK Wilayah XI Endah Budi Heryani.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kehadiran Museum Majapahit sebagai tonggak penting yang dapat menjadi tolak ukur (benchmark) bagi museum-museum lain di Indonesia dalam mengangkat kejayaan peradaban masa lampau. Perubahan nama Pusat Informasi Majapahit menjadi Museum Majapahit ini bukan sekadar simbolik, tetapi awal dari rencana besar menata ulang museum sebagai sumber ilmu dan pusat edukasi publik.
“Nama Museum Majapahit akan mendorong kita merefleksikan koleksi dan maknanya. Museum ini harus hidup, dinamis, dan menjadi sumber pengetahuan yang relevan lintas generasi,” ucap Fadli Zon.
Fadli Zon menambahkan bahwa museum ini tidak harus terbatas pada bangunan tertutup, tetapi dapat dikembangkan menjadi open-air museum untuk mengakomodasi ruang interaksi dan edukasi publik yang lebih luas. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga Hak Kekayaan Intelektual atas nama-nama cagar budaya nasional seperti Majapahit, yang harus dimiliki oleh negara.
“Nama-nama seperti Majapahit, Borobudur, Prambanan, semuanya harus diproteksi sebagai milik negara. Kita tidak bisa membiarkan mereka digunakan sembarangan tanpa izin karena itu bagian dari jati diri dan sejarah bangsa,” tambahnya.
Museum Majapahit dikembangkan menjadi museum tematik yang menyimpan sekitar 86.000 koleksi artefak, antara lain terakota (11.762), batu andesit (2.727), batu putih (477), keramik (2.974), logam (64.966), kayu (14), dan artefak prasejarah (3.339). Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri dan menjadikan momen ini sebagai penguat komitmen pelestarian budaya di Trowulan.
“Kawasan ini bukan hanya kebanggaan Mojokerto, tapi bagian dari identitas budaya nasional. Sinergi lintas sektor dibutuhkan untuk menjaga kelestariannya,” kata Fadli Zon.
Fadli berharap museum ini menjadi ikon budaya Nusantara dan pusat literasi sejarah yang menginspirasi generasi muda.
“Majapahit adalah peradaban besar. Semangatnya harus kita teruskan, melalui museum yang tertata, terbuka, dan mengakar pada nilai-nilai bangsa,” ujarnya.
Baca dong: Museum Basoeki Abdullah Gelar Pameran BAAA 5

