
Megawati Menerima Hadiah Lukisan Dirinya Sebagai Srikandi
Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima hadiah lukisan yang menggambarkan dirinya sebagai Srikandi. Lukisan itu diberikan dalam acara perayaan hari ulang tahun Megawati yang ke-78 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2024).
Megawati sempat bertanya kepada sang pelukis alasan menggambarkan sosoknya sebagai seorang srikandi yang sedang memanah.
“Srikandi itu satu-satunya perempuan ke medan perang. Perempuan. Hanya srikandi lainnya tidak bisa. Dan dia punya misi khusus untuk menghabisi lawan dalam satu hari, semua dihabisi lawan,” kata sang pelukis kala ditanya Meg.
Megawati pun menjawab pernyataan sang pelukis. “Jadi gini orang Jawa kapan sudah ada keinginan itu harus dilaksanakan. Pertanyaan saya, kalau ini (Srikandi) saya, lah saya suruh melinteng (memanah) sopo?,” kata Mega kepada sang pelukis.
Sontak seluruh kader yang hadir di dalam aula Jiexpo langsung bergemuruh. Beberapa kader pun ada yang terlihat bersorak sambil berdiri dari masing-masing tempat duduknya.
Setelah berbicara dengan beberapa pelukis di atas panggung, Megawati dan jajaran pengurus pusat PDI Perjuangan langsung menggelar kegiatan pemotongan nasi tumpeng. Selanjutnya, Megawati melakukan bimbingan teknis kepada seluruh kader yang hadir di hall.
Mega disambut 3.000 kader saat mendatangi acara itu. Kedatangannya di lobi gedung langsung disambut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Wakil Gubernur Jakarta Terpilih Rano Karno dan politisi DPR Adian Napitupulu. Mereka menyalami Mega dan mengucapkan selamat ulang tahun.
Saat masuk ke hall utama, Mega langsung disambut sorak sorai ribuan kader di dalam hall. Mereka berusaha menyalam dan menyapa Mega. Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo juga mendampingi Megawati ke barisan depan untuk duduk menghadap podium.
Setelah Megawati menerima hadiah lukisan dari para pelukis Jakarta, Mega akan memotong nasi tumpeng dan memberikan bimbingan teknis kepada seluruh kader. Kegiatan bimbingan teknis berlangsung secara tertutup dan tidak bisa diliput awak media.



