
Masjid Apung An-Nur Ancol Diresmikan Gubernur DKI Pramono, Datang Yuk
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Masjid Apung An-Nur Jakarta yang berada di kawasan Ancol, Jakarta Utara hari ini. Pada peresmian ini sekaligus digelar salat Jumat pertama.
Pramono Anung menyampaikan pembangunan Masjid Apung An-Nur telah melalui proses panjang. Gagasan pembangunan masjid ini bermula pada 2019, saat Anies Baswedan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Namun, pembangunan yang telah memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada November 2019 itu mengalami kendala, termasuk akibat pandemi COVID-19. Pembangunan kemudian dilanjutkan kembali pada 2024 hingga akhirnya selesai.
“di-groundbreaking pada tahun 2019 pada bulan November baru dilanjutkan kembali di tahun 2024. Saya sebagai penerusnya melanjutkan sampai selesai dan bersyukur yang memberi nama saya,” ujar Pramono di Jakarta, Jumat (16/10).
Pramono juga menjelaskan alasan pemilihan nama An-Nur untuk masjid tersebut. Dalam bahasa Arab, An-Nur berarti cahaya. Nama itu diharapkan menjadi simbol penerang dan membawa kebaikan bagi masyarakat.
“Kenapa namanya An-Nur? An-Nur itu cahaya, surya karena indikator itu juga surya, cahaya. Bapak ibu saudara sekalian dalam kesempatan ini saya sungguh bersyukur bergembira bahwa hal-hal yang belum terselesaikan Alhamdulillah kita bisa selesaikan,” tuturnya.
Masjid ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ikon baru kebanggaan masyarakat pesisir Jakarta.
Direktur Utama (Dirut) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, mengatakan Masjid Agung An-Nur dirancang untuk menampung ratusan jamaah. Kapasitas masjid yang berdiri di atas laut tersebut mencapai 900 orang, terdiri atas 600 jamaah laki-laki dan 300 jamaah perempuan.
Masjid Agung An-Nur dirancang oleh arsitek Andra Matin dengan luas bangunan sekitar 2.200 meter persegi. Desainnya mengandung filosofi yang berkaitan dengan nilai-nilai Islam.
Syahmudrian menjelaskan, bentuk bangunan masjid mengusung filosofi bahtera iman. Denah berbentuk segi lima melambangkan lima rukun Islam sekaligus lima waktu salat. Sementara itu, siluet denah yang menyerupai bulan dan bintang dimaknai sebagai simbol cahaya dan petunjuk.
Baca:Gubernur DKI Pramono Tetapkan Tarif LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Rp 8 Untuk 8 Hari



