Wow…Mahasiswa Udayana Edit Foto Wajah Jadi Konten Porno

Wow…Mahasiswa Udayana Edit Foto Wajah Jadi Konten Porno

Jakarta – Bak pisau bermata dua. Kecanggihan teknologi Artificial Intelligence atau AI tidak selamanya dimanfaatkan buat hal positif. Yang satu ini contoh kongkritnya. Dengan menggunakan AI, seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali justru membuat dan menyebarkan konten porno Deepfake dari foto wajah teman-teman mahasiswi-nya. Ckckckck

Namanya Sergio Lucasandro Ksatria Dwi Putra, mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Udayana Bali. Sergio jadi viral gara-gara ulahnya.

Wajah puluhan mahasiswi dari berbagai universitas di Indonesia disunting dan ditempelkan pada tubuh dalam adegan pornografi tanpa persetujuan mereka.

Kasus ini mencuat ke publik pada April 2025 setelah sejumlah akun media sosial membongkar keberadaan konten-konten tak senonoh tersebut.

Dalam konten yang tersebar, wajah para korban yang berasal dari kampus seperti Universitas Udayana, Universitas Tarumanagara, hingga Universitas Bunda Mulia dijadikan objek manipulasi digital.

Wajah mereka diambil dari media sosial lalu digabungkan secara realistis ke dalam video atau gambar pornografi.

Pelaku diduga menggunakan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan yang kini mudah diakses publik. Teknologi deepfake memungkinkan pembuatan konten visual palsu yang sulit dibedakan dari aslinya.
Aksi ini dilakukan secara diam-diam, dan kontennya disebarkan melalui jaringan tertutup hingga akhirnya bocor ke publik.

Saat ini, pihak Universitas Udayana telah mengambil langkah membentuk Tim Etik Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dekanat FEB Unud telah menggelar sidang etik pada 18 Maret 2025. Kasus kemudian diajukan tingkat universitas pada 21 Maret 2025 untuk diproses lebih lanjut. Sementara untuk Sergio, telah dinonaktifkan sementara dari kegiatan akademik.

Pengakuan Sergio pada sidang etik, lebih dari 35 mahasiswi yang menjadi korban konten porno deepfake-nya. Meski begitu, hingga saat ini, belum ada laporan pidana resmi yang diajukan ke pihak berwenang. Banyak korban memilih diam karena takut terhadap dampak sosial serta penyebaran konten yang lebih luas.

Baca dong:Polda Metro Jaya Musnahkan Barbuk Narkoba Senilai 48M

Share Here: