
Kereta Tanpa Rel Di IKN Dibalikin Ke China, Gagal?
Jakarta – Yang ini sebelumnya sempat dibangga-banggakan oleh Presiden Ke 7 RI Joko Widodo. Tapi sayangnya umurnya tidak lama, akhirnya dikembalikan ke produsen-nya asal China. Salah satu proyek wah dari Ibukota Nusantara (IKN) yakni Autonomous Rail Transit (ART) atau kereta tanpa rel buatan CRRC Qingdao Sifang dari China, berakhir dengan keputusan untuk mengembalikan armada tersebut ke negara asalnya.
Keputusan ini diambil setelah ART dinilai tidak mampu beroperasi secara otonom sesuai harapan selama uji coba atau Proof of Concept (PoC) di IKN. Padahal sedari awal IKN ingin berupaya mewujudkan visi sebagai kota cerdas dengan sistem mobilitas modern dan berkelanjutan.
Uji coba kereta tanpa rel yang berlangsung antara Agustus hingga Oktober 2024 tidak memenuhi ekspektasi teknis untuk mendukung ekosistem smart mobility IKN.
Menurut Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, armada ART ini sudah keluar dari area IKN sejak Selasa (29/4), menuju Pelabuhan Semayang Balikpapan, untuk menunggu kapal besar menuju China.
Ali menjelaskan, ART dikembalikan berdasarkan permintaan Otorita IKN kepada CRRC Qingdao Sifang.
“Kami yang minta kembalikan, sesuai hasil PoC untuk dapat disempurnakan dan diperbaiki teknologinya,” ungkap Ali.
Langkah selanjutnya belum menemui kejelasan, apakah jika pabrikan telah menyempurnakan produk ART ini, ART akan dipakai di IKN.
IKN Tawarkan Maas
Tanpa ART, Otorita IKN kini menawarkan Mobility-as-a-Service (MaaS). Pihak Otorita mengklaim ingin mewujudkan pengalaman transportasi yang terintegrasi, praktis, dan ramah lingkungan melalui aplikasi canggih.
“Dengan MaaS, warga IKN akan menikmati kemudahan memesan berbagai moda transportasi, seperti bus listrik, sepeda listrik, hingga rencana urban air mobility, melalui satu platform,” ujar Ali.
Teknologi ini menjadi bagian dari Nusantara Urban Mobility Masterplan, yang menargetkan 80 persen perjalanan di IKN menggunakan transportasi publik atau mobilitas aktif, seperti berjalan kaki dan bersepeda.
Dengan anggaran Rp 15,4 triliun pada 2025, Otorita IKN akan memperkuat infrastruktur seperti sensor IoT, konektivitas 5G, dan smart traffic lights untuk mendukung ekosistem ini.
Baca dong:Satgas Pembangunan IKN Era Jokowi Dibubarkan, Kenapa?

