
Ini Kata Jokowi Soal Desakan Pemakzulan Gibran
Solo – Presiden ke-7 Joko Widodo yang juga ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi desakan pemakzulan Gibran dari posisi Wapres. Sebelumnya, para pensiunan jenderal TNI yang tergabung dalam Forum Purnawirawan Prajurit TNI mendesak agar Gibran dicopot dari jabatannya. Salah satu yang menandatangani desakan itu adalah mantan Wapres Try Sutrisno. Ada pula nama sejumlah purnawirawan lain seperti Fachrul Razi, Tyasno Soedarto, Slamet Soebijanto, dan Hanafie Asnan. Forum ini beranggotakan ratusan purnawirawan TNI dari mulai purnawirawan jenderal, laksamana, marsekal hingga kolonel.
Mantan Presiden Jokowi menanggapi santai desakan tersebut dan mengatakan usulan purnawirawan TNI itu merupakan sebuah aspirasi di negara demokrasi.
“Iya itu sebuah aspirasi, sebuah usulan ya. Boleh-boleh saja dalam negara demokrasi seperti kita,” kata Jokowi di Sumber, Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.
Jokowi menambahkan terpilihnya Prabowo-Gibran merupakan mandat dari rakyat dan semua masyarakat sudah mengetahuinya.
semua orang sudah tahu bahwa Pak Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka sudah mendapatkan mandat dari rakyat lewat pemilihan umum,” tegasnya.
Jokowi juga menjelaskan terpilihnya pasangan Prabowo-Gibran sudah melalui proses secara konstitusional, bahkan menurutnya sudah ada beberapa kali gugatan hasil Pemilu 2024. Soal pemakzulan pun, menurut Jokowi memakzulkan kepala negara harus lewat Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), lalu ke MK dan kembali ke MPR.
“Ya, semua orang kan juga sudah tahu prosesnya harus lewat MPR, harus lewat MK, kembali lagi ke MPR saya kira. Proses konstitusinya seperti itu,” ujarnya.
Desakan pemakzulan Gibran ini memancing reaksi dari pensiunan jenderal yang lain. Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) berkumpul menyatakan dukungan mereka terhadap Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah tempat di kawasan Jakarta Selatan, yang dibacakan oleh oleh Plt Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), Mayjen (Purn) Komaruddin Simanjuntak.
“Purnawirawan TNI-Polri mendukung sepenuhnya program pemerintah sesuai dengan asta cita,” ungkap Komaruddin Simanjuntak.
Komaruddin menegaskan kekompakan antara TNI dan Polri adalah benteng terakhir pertahanan bangsa.
“Soliditas TNI-Polri merupakan jaminan bagi tetap tegaknya dan utuhnya NKRI. Untuk itu, konsolidasi di antara kedua institusi harus terus dilakukan,” katanya.
Baca dong: Purnawirawan TNI Ingin Makzulkan Gibran, Ini Tangapan MPR



