
JK: Kebijakan Pemerintahan Lalu Bikin Presiden Prabowo Efisiensi
Jakarta – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menuding kebijakan pemerintahan lalu yang tidak benar, berimbas pada langkah efisiensi program pemerintahan presiden Prabowo Subianto saat ini. Upaya efisiensi, menurut JK, diperparah situasi ekonomi dunia yang tengah mengalami krisis.
Krisis yang dimaksud JK diantaranya situasi perang di beberapa wilayah yang tidak kunjung reda, seperti Rusia vs Ukraina, India vs Pakistan, Israel vs Hamas. Begitu juga konflik internal di negara-negara Yaman, Sudan, Myanmar. Potensi konflik ada di China vs Taiwan, Korea Selatan vs Korea Utara. Semua konflik itu mau tidak mau sangat berpengaruh terhadap kondisi dalam negeri Indonesia.
Belum lagi, trade war akibat adanya kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat. JK menilai itu sebagai kebijakan bunuh diri presiden Donald Trump, yang membuat susah dunia.
JK membeberkan, bagi ekonomi Indonesia, situasi krisis ekonomi berimbas pertumbuhan jadi melambat. Dari rencana 5,2 pertumbuhan ekonomi menjadi hanya 4,8. Ditambah adanya hutang menumpuk dan defisit tinggi akibat periode pemerintahan sebelumnya, akhirnya jalan efisiensi diambil oleh pemerintah Prabowo saat ini. Sementara kas negara pun tidak ada.
“Bukan salah Prabowo, tapi itu akibat ekonomi dunia dan juga kebijakan pemerintahan masa lalu yang berakibat terjadi efisiensi di mana-mana. Sehingga akibat efisiensi itu banyak program-program pemerintahan tidak berjalan baik,” tegas JK dalam paparan Forum Meet The Leaders Universitas Paramadina, di Jakarta, Sabtu (24/5).
JK mengingatkan situasi penurunan daya beli menjadi semakin parah. Konsumsi melambat, serta banyak terjadi PHK, bisa berujung negative Cycle’s, alias situasi konsumsi dan produktivitas ekonomi yang terganggu.
Di posisi inilah menurut JK, dibutuhkan seorang pemimpin yang mengetahui hal itu, dan menyelesaikan sesuai dengan kondisi tersebut. Pasalnya, tugas pemimpin adalah menginspirasi, mempersatukan, memberikan dorongan semangat, dan harus bertanggungjawab karena dia harus mengambil keputusan. Pemimpin yang cepat mengambil keputusan adalah pemimpin yang baik. Terlebih, pengambilan keputusan oleh pemimpin pun harus punya dasar, dan yang jelas keputusan itu harus bermanfaat.
Baca dong:Pakai Pesawat Jet, KPU Bantah Pemborosan



