Iran Serang Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar

Doha – Iran menyerang Pangkalan Udara Al Udeid, pangkalan militer terbesar Amerika Serikat di Timur Tengah pada Senin malam. Serangan belasan rudal ini adalah balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap tiga situs nuklir Iran pada Minggu dini hari. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran membenarkan adanya serangan itu.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa operasi ‘Berkah Kemenangan’ itu adalah tindakan tegas mereka dengan mengirimkan pesan kepada Gedung Putih dan sekutunya. Serangan ini juga dikonfirmasi oleh Dewan Keamanan Nasional Iran yang menyatakan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran telah menyerang Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar.

Menurut mereka, dalam keadaan apa pun, Iran tidak akan membiarkan agresi apa pun terhadap integritas teritorial, kedaulatan, atau keamanan nasionalnya tidak terjawab.

“Pangkalan AS dan aset militer bergerak di wilayah tersebut bukanlah titik kekuatan, melainkan kerentanan utama,” kata IRGC sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Iran menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid karena Pangkalan Udara itu berfungsi sebagai pusat komando Angkatan Udara AS dan bahkan merupakan aset strategis terbesar tentara Amerika Serikat di Asia Barat. Sementara serangan itu dilakukan karena Al Udeid jauh dari daerah permukiman di Qatar.

“Tindakan ini tidak menimbulkan ancaman apa pun bagi negara sahabat dan saudara, Qatar, dan rakyatnya yang mulia. Republik Islam Iran tetap berkomitmen untuk menjaga dan melanjutkan hubungan yang hangat dan bersejarah dengan Qatar,” kata Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam sebuah pernyataan.

Pangkalan Udara Al Udeid adalah pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di Timur Tengah. Pangkalan militer itu menampung sekitar 10.000 tentara. Pangkalan udara seluas 24 hektare ini terletak di gurun barat daya Doha dan didirikan pada tahun 1996. Al Udeid adalah markas Komando Pusat Amerika Serikat dari Mesir di Barat hingga Kazakhstan di Timur.

Meski nama resminya Al Udeid US Airbase, atau Pangkalan Udara Amerika Serikat Al Udeid, namun pangkalan udara ini juga menampung pasukan-pasukan dan berbagai alutsista milik Angkatan Udara Qatar, Angkatan Udara Amerika Serikat, Angkatan Udara Inggris, dan pasukan asing lainnya.

Menurut seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat kepada Reuters, “Pangkalan Udara Al Udeid diserang oleh rudal balistik jarak pendek dan jarak menengah yang berasal dari Iran.” Sementara, Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal-rudal Iran yang menargetkan pangkalan tersebut.

Qatar mengaku telah menerima informasi bahwa pangkalan-pangkalan di wilayah itu menjadi sasaran, termasuk Pangkalan Udara Al Udeid.

“Pukul 19.30 (16.30 GMT), kami menerima laporan bahwa tujuh rudal diluncurkan dari Iran menuju Pangkalan Udara Al Udeid,” kata pejabat Qatar dalam sebuah pengarahan pada Senin malam.

Karena itu, pasukan maupun alutsista di Pangkalan Udara Al Udeid telah dievakuasi sebelum serangan itu terjadi. Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam serangan itu, dengan mengatakan:

“Itu adalah pelanggaran kedaulatan dan wilayah udara Qatar serta piagam PBB, dan bahwa Doha berhak untuk menanggapinya.”

Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan bahwa insiden itu tidak mengakibatkan kematian atau cedera. Dalam keterangan persnya, Kementerian Dalam Negeri Qatar mengatakan bahwa total 19 rudal ditembakkan dari Iran. Hanya satu rudal yang menghantam Pangkalan Udara Al Udeid, tapi tak menimbulkan korban jiwa.

“Kami bangga dengan respons terhadap serangan hari ini dan tidak ada kerusakan yang dilaporkan,” kata pejabat Qatar.

Beberapa jam menjelang serangan, Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Inggris di Qatar telah mengeluarkan pernyataan yang mendesak warga negara di Qatar untuk berlindung di tempat yang aman sampai pemberitahuan lebih lanjut. Imbauan itu lalu dicabut beberapa jam setelah serangan berhenti.

Beberapa sekolah Inggris, Amerika, dan Eropa di negara itu mengatakan akan tetap tutup pada hari Selasa. Menurut Kementerian Pendidikan Qatar, ujian yang dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa telah dijadwalkan ulang untuk hari Rabu. Sedangkan Kementerian Dalam Negeri Qatar mengatakan situasi di negara itu sepenuhnya stabil dan bahwa semua otoritas bekerja dalam koordinasi untuk memastikan keselamatan publik.

Menurut Jabr al-Naimi, pejabat Otoritas Keamanan Publik Qatar, keselamatan warga negara dan penduduk adalah prioritas utama.

“Kami tidak akan membiarkan krisis atau konflik internasional atau eksternal memengaruhi kehidupan kami di Qatar,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan bahwa kehidupan kembali normal setelah serangan itu, dan telah menegaskan kembali seruannya bagi pihak-pihak yang bertikai untuk berunding. Setelah sempat menutup wilayah udaranya sebagai tindakan untuk memastikan keselamatan penduduk dan pengunjung, 5 jam kemudian otoritas keamanan Qatar kembali membuka wilayah udaranya.

Share Here: