Ini Dia Bom Penghancur Bunker GBU-57

Ini Dia Bom Penghancur Bunker GBU-57

Washington – Amerika Serikat mengirim bom penghancur bunker GBU-57 saat menyerang 3 lokasi yang mereka sebut sebagai situs nuklir dalam serangan perdana mereka ke Iran pada Minggu (22/6/2025). Amerika Serikat mengklaim serangan udara dengan memakai pesawat pembom siluman B-2 itu berhasil melenyapkan 3 situs nuklir Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan.

Menurut Presiden AS Donald Trump serangan ini untuk menghentikan program nuklir Iran yang dikhawatirkan mencapai tingkat yang cukup untuk memproduksi senjata nuklir.

“Tujuan kami penghancuran kapasitas pengayaan nuklir Iran dan penghentian ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh negara sponsor teror nomor 1 di dunia,” kata Trump dengan jumawa dalam pidato empat menitnya dari Cross Hall Gedung Putih tentang serangan ke Iran, Minggu (22/6/2025).

Menurut seorang pejabat Amerika Serikat, Washington menggunakan bom GBU-57 dalam serangan itu. GBU-57 adalah bom penghancur bunker seberat 13,6 ton dan panjang 6 meter. Bom ini konon bom terkuat di dunia. GBU-57 konon mampu menembus hingga 61 meter di bawah permukaan tanah sebelum meledak. Bom ini dilengkapi sistem navigasi canggih yang dapat meningkatkan akurasinya saat mencapai target jauh di dalam tanah.

GBU-57, juga disebut Massive Ordnance Penetrator (MOP), ditujukan untuk operasi militer strategis di mana target berada jauh di bawah permukaan tanah dan harus “dinetralkan” tanpa senjata nuklir. Target MOP meliputi pusat komando, fasilitas nuklir, maupun gudang amunisi. Kata Newsweek, MOP baru bisa dibawa pesawat bomber B-2 karena ukuran dan bobotnya yang besar.

Menurut Global Security, pesawat pembom siluman B-2 hanya mampu mengangkut dua MOP. Karena itu mereka mengirimkan beberapa B-2 untuk mengangkut puluhan GBU-57. B-2 adalah pesawat dengan jangkauan lebih dari 11,112 kilometer. Pesawat berbentuk segi tiga buatan Northrop Grumman ini tak perlu mengisi ulang bahan bakar saat terbang sehingga bisa menjangkau hampir seluruh dunia.

Pesawat B-2 bisa memuat lebih dari 18 ton. Menurut Reuters, B-2 bisa membawa beragam senjata mulai dari senjata konvensional hingga senjata nuklir. B-2 pertama kali terbang di tahun 1989 di California. Namun mereka kini jadi penghuni Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri. B-2 telah dipakai dalam Perang Kosovo, Afghanistan, hingga Irak.

Baca dong: IAEA: Tak Ada Peningkatan Radiasi Usai AS Hajar Situs Nuklir Iran

Share Here: