Ini Alasan Indonesia Akan Stop Impor BBM Dari Singapura

Ini Alasan Indonesia Akan Stop Impor BBM Dari Singapura

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan alasan di balik rencana menyetop impor Bahan Bakar Minyak (BBM) asal Singapura. Selama ini, impor BBM RI dari Singapura mencapai 54%.

Bahlil menilai, sejak menjabat sebagai Menteri ESDM, dirinya telah melakukan sejumlah evaluasi terhadap produk impor, seperti BBM. Dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa harga beli minyak dari Singapura ternyata sama dengan harga beli BBM dari wilayah Timur Tengah.

“Setelah saya cek, kok harganya sama dibandingkan dengan dari negara Middle East. Ya, kalau begitu kita mulai berpikir bahwa mungkin, bukan kata mungkin lagi nih, sudah hampir pasti kita akan mengambil minyak dari negara lain yang bukan dari negara itu,” kata Bahlil di Gedung Kementerian ESDM, Rabu (14/5/2025).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor Petroleum Products, Refined (BBM) dari Singapura sepanjang Januari-Desember 2024 tercatat mencapai 15.072.544.366 kg dengan nilai US$ 11.404.019.938. Sementara itu untuk periode Desember tercatat sebesar 1.540.616.003 kg dengan nilai US$ 1.063.198.851.

Menurut Bahlil impor BBM RI dari Singapura selama ini mencapai 54%. Adapun, sejak menjabat sebagai Menteri ESDM, dirinya telah melakukan sejumlah evaluasi terhadap produk impor, salah satunya yakni produk BBM.

Ia menargetkan bahwa dalam waktu 6 bulan ke depan, rencana menyetop impor BBM dari Singapura dan mengalihkan ke negara lain dapat segera terlaksana. Guna merealisasikan rencana itu, Pertamina tengah membangun dermaga yang cukup besar untuk menampung kapal-kapal jumbo.

“Karena kalau dari Singapura kan kapalnya kan yang kecil-kecil, itu juga salah satu alasan. Jadi kita membangun yang besar, supaya satu kali angkut, nggak ada masalah. Maka, pelabuhannya yang diperbesar, dan kedalamannya harus dijaga,” kata dia.

Di sisi lain, pemerintah berencana menyetop impor BBM dari Singapura dan mengalihkan sebagian impor BBM dari Singapura itu ke Amerika Serikat. Keputusan ini bagian dari strategi negosiasi Indonesia dalam merespons kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Ya, sebagian lah. Kan kita sudah mempunyai perjanjian dengan Amerika. Salah satu diantara yang kita tawarkan itu adalah, kita harus membeli beberapa produk dari mereka. Diantaranya adalah BBM, crude, dan LPG,” katanya.

Baca dong: Menteri ESDM Mengkaji Permintaan Pemutihan Utang BBM TNI AL

Share Here: