Indonesia Hormati Kebijakan Tarif Trump Tapi Berdikari

Indonesia Hormati Kebijakan Tarif Trump Tapi Berdikari

Banyuasin – Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia menghormati kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang ditetapkan Presiden Donald Trump. Tapi Prabowo yakin kepada kemampuan Indonesia untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).

Karena itu, seiring dengan berjalannya perundingan antara Indonesia dan Amerika Serikat, Presiden Prabowo menekankan Indonesia juga fokus membangun kemampuannya untuk bertahan, di antaranya dengan mewujudkan ketahanan pangan di dalam negeri.

“Kita dihantam tarif berapa pun, kita akan berunding dan negosiasi. Kita hormati. Tetapi, kita percaya kepada kekuatan kita sendiri. Kalaupun mereka tidak membuka pasar mereka kepada kita, kita akan survive, kita akan tambah kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Presiden Prabowo dalam pidato sambutan di acara peluncuran Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu 23 April 2025.

Presiden Prabowo mengaku optimistis bahwa Indonesia akan mampu membangun kekuatan di segala bidang, termasuk untuk swasembada pangan dan mencetak banyak lumbung pangan di dalam negeri.

“Kita tidak akan pernah menyerah. Kita tidak akan berlutut. Kita tidak akan pernah mengemis. Kita tidak akan pernah minta-minta (belas) kasihan orang lain. Tidak perlu dikasihani! Bangsa Indonesia tidak perlu dikasihani,” kata Presiden.

Presiden AS Donald Trump menetapkan tarif impor dasar 10 persen ke seluruh negara, dan tarif impor resiprokal ke sejumlah negara termasuk Indonesia sebesar 32 persen. Walaupun demikian, Pemerintah AS saat ini menetapkan moratorium untuk pengenaan tarif resiprokal ke banyak negara, termasuk Indonesia, selama 90 hari.

Pemerintah Indonesia telah mengutus tim negosiasi untuk berunding mengenai penetapan tarif impor resiprokal itu, yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Di Washington, Menko Airlangga bertemu Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Kepala Kantor Dagang AS (USTR) Jamieson Greer.

Delegasi RI dan delegasi AS bersepakat untuk membahas negosiasi tarif secara intensif selama 60 hari ke depan terhitung sejak Minggu (20/4/2025). Isu-isu yang dibahas dalam perundingan itu, antara lain mencakup perizinan impor, perdagangan digital dan Customs Duties on Electronic Transmissions (CDET), pre-shipment inspections, kewajiban surveyor, serta ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk sektor industri. Isu lainnya yang dibahas, yaitu implementasi tarif resiprokal, dan penguatan akses pasar kedua negara.

Dalam pertemuannya dengan Lutnick, Menko Airlangga menyampaikan sejumlah tawaran Indonesia untuk Amerika Serikat, di antaranya Indonesia bersedia membeli LPG, gasoline, minyak mentah dari AS.

“Indonesia juga berencana membeli produk agrikultur, antara lain gandum, kacang kedelai, susu kacang kedelai, dan Indonesia juga akan meningkatkan pembelian barang-barang modal dari Amerika,” kata Airlangga saat jumpa pers di Washington D.C. pada Jumat (18/4/2025) pekan lalu.

Indonesia termasuk beberapa negara yang diterima Amerika Serikat untuk negosiasi pengenaan tarif resiprokal. Selain Indonesia, AS juga saat ini bernegosiasi dengan Vietnam, Jepang, dan Italia.

Share Here: