
Imbas Wakaf Taqy Malik, Sejumlah Pekerja Indonesia di Arab Saudi Sempat Ditahan
Jakarta – Aksi sosial yang dilakukan selebgram Taqy Malik di Tanah Suci justru berbuntut panjang. Program wakaf Alquran dan sedekah makanan yang ia jalankan disebut berdampak langsung terhadap para pekerja migran Indonesia di Arab Saudi, khususnya di Makkah dan Madinah.
Salah satu warga negara Indonesia yang bekerja di Arab Saudi, Randy Permana, mengungkapkan bahwa aksi Taqy memborong ribuan mushaf Alquran dalam waktu singkat memicu kecurigaan aparat setempat. Pihak kepolisian Arab Saudi menduga adanya praktik jual beli Alquran secara ilegal oleh jamaah dan pekerja migran.
“Gara-gara dia beli ribuan, sekarang kita beli 2 sampai 3 dus saja sudah dibatasi. Polisi mengira kita jualan,” ujar Randy dalam wawancara daring, Jumat (13/2/2026).
Kecurigaan tersebut berdampak serius. Randy menyebut, sejumlah pekerja migran Indonesia sempat diamankan aparat dan harus merasakan dinginnya sel tahanan selama tiga hingga empat hari, meski tujuan mereka murni untuk mewakafkan mushaf.
“Beberapa teman saya ditangkap dan dipenjara 3–4 hari. Perkaranya hanya karena mau wakaf Alquran, tapi dikira jualan. Aturan jadi sangat ketat gara-gara ulah satu orang,” katanya dengan nada kecewa.
Randy mengaku sudah berulang kali mengingatkan Taqy agar lebih berhati-hati dalam menjalankan kegiatan donasi di Arab Saudi. Ia bahkan menyarankan agar wakaf mushaf dilakukan secara bertahap dan tidak dalam jumlah besar sekaligus.
“Saya sudah ingatkan, jangan terang-terangan. Kalau mau wakaf, antar 50 atau 100 ke masjid. Jangan langsung ribuan,” tuturnya.
Tak hanya soal wakaf Alquran, Randy juga menyinggung program sedekah makanan yang dijalankan Taqy. Menurutnya, aktivitas penggalangan dana secara online tanpa izin otoritas setempat merupakan pelanggaran hukum di Arab Saudi.
“Secara hukum di Saudi, menggalang sedekah online di luar otoritas itu ilegal. Tahun lalu Taqy bahkan sempat dicari polisi,” ungkap Randy.
Ia menambahkan, harga sedekah makanan yang dipatok Taqy dinilai jauh di atas harga pasar. Jika harga umum berkisar 8–15 Riyal per boks, Taqy disebut mematok harga hingga dua kali lipat.
Akibat situasi tersebut, Taqy Malik disebut sempat berpindah tempat tinggal demi menghindari aparat. Namun menurut Randy, hal itu tak membuatnya jera. Taqy bahkan kembali membuka donasi makanan dan wakaf Alquran untuk Ramadan 2026.
Perseteruan keduanya pun kian memanas setelah Taqy Malik melayangkan undangan terbuka kepada Randy Permana untuk melakukan tabayyun secara tatap muka dan disiarkan langsung. Dalam pernyataan tertulis di media sosialnya, Taqy menegaskan undangan tersebut bertujuan meluruskan informasi dan menjaga amanah umat.
“Saya membuka ruang ini dengan niat baik, agar segala hal menjadi terang, agar tidak ada syubhat yang tersisa, dan agar kepercayaan umat tetap berdiri di atas kejelasan, (bukan asumsi atau tuduhan liar semata,” tulis Taqy.
Menanggapi hal tersebut, Randy menyatakan kesiapannya memenuhi undangan tabayyun. Ia bahkan mengajak Taqy Malik untuk bertemu langsung di Madinah, mengingat pokok persoalan terjadi di wilayah Arab Saudi.
Baca dong: Kapan Sidang Isbat Ramadhan 2026, Cek Ini



