
Hujan Lebat Guyur Jabodetabek Sampai 23 Januari, BMKG Ungkap Fenomena Ini
Jakarta – Jika diperhatikan hujan dengan intensitas tinggi dan seringkali mendadak terjadi beberapa hari belakangan ini. Kondisi ini disertai hawa dingin yang terasa berbeda dari biasanya. Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jabodetabek akan diguyur hujan lebat sampai 23 Januari. BMKG mengungkap sejumlah fenomenanya.
Menurut BMKG, hujan lebat yang mengguyur Jabodetabek dan wilayah lainnya hingga mengakibatkan banjir dipengaruhi oleh beberapa faktor.
BMKG menjelaskan bahwa ada beberapa kondisi atmosfer yang terjadi bersamaan. Akibatnya, peningkatan hujan terjadi.
Adapun beberapa kondisi pemicu peningkatan hujan di Jabodetabek ialah sebagai berikut:
-Bibit siklon tropis 96S dan bibit siklon tropis 97S
-Seruakan dingin (cold surge)
-Aktifnya gelombang atmosfer Rossby & Kelvin
-Udara sangat lembab di berbagai ketinggian
-Labilnya atmosfer
Beberapa kondisi seperti bibit siklon dan udara lembab ini meningkatkan pertumbuhan awan cumulonimbus.
Awan ini meningkat terutama di sebagian besar wilayah Jabodetabek.
“Kombinasi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan cumulonimbus di sebagian besar Jabodetabek,” kata BMKG melalui akun Instagram @infobmkg, minggu (18/1).
Baca:KAI Batalkan 38 Perjalanan Kereta, Calon Penumpang Cek



