
Horeee, Perpusnas Tetap Layani Jadwal Sabtu Minggu
Jakarta – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menganulir keputusan merubah jadwal operasional kunjungan di hari sabtu dan minggu. Pembaca buku dipastikan tetap dilayani setiap hari Senin-Minggu. Perpustakaan hanya tutup pada hari libur nasional serta cuti bersama. Pengumuman jadwal operasional Perpustakaan Nasional disampaikan melalui akun Instagram resmi yang di-posting pada hari jumat (7/2/2025) lalu.
“Kepada pada pengguna layanan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, kami ucapkan terima kasih atas perhatian yang telah diberikan. Dengan ini kami beritahukan bahwa pengumuman pagi ini tentang rencana perubahan waktu layanan di Perpusnas DIRALAT dan dinyatakan tidak berlaku. Mohon maaf dan terima kasih, ” tulis Perpusnas.
Jadwal Operasional Perpusnas RI
Senin-Jumat: 08.00-19.00 WIB
Sabtu-Minggu: 09.00-16.00 WIB
Libur nasional dan cuti bersama: Tutup
Layanan yang buka sampai malam setiap Senin-Jumat
Lantai 24: Koleksi Budaya Nusantara
Lantai 21-22: Koleksi Monograf Terbuka
Lantai 20: Koleksi Mancanegara
Lantai 20: Koleksi Berkala Mutakhir
Lantai 15: Koleksi Rujukan dan Ilmu Perpustakaan
Lantai 12-13: Koleksi Monograf Tertutup
Lantai 8: Koleksi Audio Visual
Lantai 5: Komunitas dan Medsos (daring)
Lantai 2: Smartlocker
Lantai 2: Keanggotaan
Lantai 2: Informasi dan pengaduan masyarakat
Lantai 1: Loker penitipan Tas
Graha Literasi
Semua layanan buka di akhir pekan kecuali:
Layanan Galeri Kepresidenan
Layanan Penelusuran Informasi dan Fasilitas Peneliti
Layanan PBB
Layanan Fotokopi
Radio Widya Bahana Swara (WBS).
Sebelumnya, Perpusnas sempat memohon maaf dengan mengumumkan perubahan jadwal operasional bagi pengunjung, dimana untuk hari Sabtu dan Minggu ditutup. Jadwal ini awalnya akan diterapkan mulai senin (10/2). Perpusnas memberikan penjelasan bahwa perubahan jadwal sebagai imbas efisiensi anggaran. Menurut Kepala Perpustakaan Nasional Endang Aminudin Aziz, efisiensi anggaran di Perpusnas berada dalam kisaran angka 50%. Ketika Perpusnas buka di hari Minggu, pembiayaan operasional diambil dari anggaran untuk lembur.
“Kami tentu sangat berat hati mengurangi jam layanan kepada pemustaka. Sebab kami memang sedang giat-giatnya mengampanyekan peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi,” kata Amin, pada hari Jumat (7/2).
Baca dong: Hari Pers Nasional 2025, Prabowo: Tantangan Insan Pers Semakin Kompleks



