
Hanya 861 Truk Bantuan Yang Masuk Gaza Utara
Gaza City – Jumlah truk bantuan yang masuk Jalur Gaza Utara ternyata belum mencapai angka yang disepakati. Saat ini, truk bantuan yang masuk baru mencapai 861 truk. Padahal rencananya, menurut hasil kesepakatan gencatan senjata 1.200 truk akan masuk.
Perbatasan Beit Hanoun (Erez) di Gaza Utara tetap ditutup dengan alasan jalanan rusak akibat pengeboman Israel. “Untuk membuka jalur itu diperlukan upaya intervensi,” kata sumber pemerintah Gaza di wilayah itu kepada Anadolu pada Kamis (23/1).
Menurut sumber itu, situasi kemanusiaan di Gaza Utara masih membutuhkan dukungan yang segera dan menyeluruh. “termasuk pasokan bahan bakar dan kebutuhan dasar untuk membantu warga yang terdampak serangan Israel,” ujarnya.
Sumber itu juga menyoroti pentingnya percepatan pengiriman sisa truk bantuan guna memenuhi kebutuhan mendesak penduduk.
Sebenarnya, kesepakatan antara Hamas dan Israel menetapkan masuknya 300 truk bantuan setiap hari ke wilayah utara. Tapi, hambatan dari pihak Israel telah menghalangi implementasi penuh dari kesepakatan itu, sehingga menyebabkan kekurangan pasokan bantuan.
Kantor Media Pemerintah di Gaza sebelumnya mengumumkan langkah-langkah untuk mengantisipasi kembalinya warga Palestina yang mengungsi dari wilayah selatan dan tengah ke Gaza City serta wilayah utara mulai Minggu mendatang.
Fase pertama gencatan senjata 6 pekan yang dimulai sejak 19 Januari itu menghentikan genosida Israel yang menewaskan hampir 47.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Serangan Israel juga melukai lebih dari 111.160 orang sejak 7 Oktober 2023.
Serangan Israel juga telah menyebabkan lebih dari 11.000 orang hilang, dengan kehancuran luas dan krisis kemanusiaan yang merenggut nyawa banyak orang tua dan anak-anak, menjadikannya salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.
Kesepakatan gencatan senjata tiga tahap ini mencakup pertukaran tahanan dan stabililtas berkelanjutan, dengan tujuan mencapai gencatan senjata permanen serta penarikan pasukan Israel dari Gaza.
November lalu Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

