
Guru Bukan Muhrim Gandengan Tangan Di Depan Siswa, Ini Klarifikasinya
Purbalingga – Unjuk rasa siswa-siswi SMAN 1 Bukateja yang terancam tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Bidang Prestasi (SNBP) di hadapan para guru mereka sendiri meninggalkan kehebohan warganet. Pasalnya dalam video yang viral di media sosial ada guru wanita dan laki-laki yang bukan muhrim bergandengan tangan menghadapi unjuk rasa para siswa.
Aksi kedua guru yang terjadi pada Rabu (5/1/2025) di tengah aksi protes 140 siswa itu membuat warganet salah fokus alias salfok. Pertanyaanpun muncul siapa mereka? ada hubungan apa? Kok dengan santainya mereka bergandengan tangan? Di depan para siswa pula. Pihak SMAN 1 Bukateja akhirnya memberi jawaban motif kedua guru tersebut bergandengan tangan.
Kepala Sekolah SMAN 1 Bukateja Purwito seperti dilansir Kompas.com, mengatakan salah satu tuntutan siswa adalah bertemu guru Bimbingan dan Konseling (BK), sehingga LT keluar untuk berkomunikasi.
“Ibu guru yang di video itu mengampu mata pelajaran bimbingan dan konseling sehingga terlibat banyak dalam kepanitiaan SNPMB,” ujar Purwito.
Namun karena panik dan ketakutan LT akhirnya ditemani 2 guru senior, Pak Dodo dan Ibu Sulis. Saking takutnya, menurut Purwito, LT sampai gemetar dan keringat dingin, Pak Dodo di situ untuk memberikan perlindungan kepada LT, tidak ada hal negatif seperti yang dituduhkan.
Untuk mengklarifikasi tudingan miring tersebut, Purwito mengaku sudah memintai keterangan kepada kedua bawahannya tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan pelanggaran disiplin dan etik sehingga tidak ada sanksi yang dijatuhkan.
Terkait tuntutan siswa, Purwito mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan proses SNPMB sehingga 140 siswanya sudah bisa ikut SNBP.



