Gubernur DKI Pramono Gratiskan Retribusi Pedagang Kramat Jati 6 Bulan

Gubernur DKI Pramono Gratiskan Retribusi Pedagang Kramat Jati 6 Bulan

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggratiskan retribusi bagi pedagang yang direlokasi ke lokasi binaan (Lokbin) Kramat Jati selama 6 bulan. Kebijakan ini diberikan sebagai bagian dari penataan kawasan Pasar Kramat Jati.

Pramono mengatakan retribusi pedagang di lokasi tersebut sebesar Rp 180 ribu per bulan atau sekitar Rp 6 ribu per hari. Selama enam bulan pertama, biaya tersebut tidak akan dibebankan kepada pedagang.

“Per bulannya Rp 180.000. Rp 180.000 per bulan atau Rp 6.000 per hari. Itu yang digratiskan selama 6 bulan,” kata Pramono di Jakarta, Selasa (1/9).

Pramono menjelaskan penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik di kawasan tersebut. Menurutnya, penataan pedagang Kramat Jati bukan perkara mudah karena aktivitas perdagangan di kawasan itu telah berlangsung sejak era 1970-an.

Pramono menyebut terdapat sekitar 614 hingga 640 pedagang yang akan ditata. Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah lokasi untuk menampung para pedagang tersebut.

Sebanyak 331 pedagang akan ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7. Kemudian, 193 pedagang ikan diarahkan ke Lokbin Kramat Jati.

Selain itu, 45 pedagang kue akan ditempatkan di Lokbin Cililitan dan 45 pedagang lainnya akan diarahkan ke pasar lain yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

Baca:Integrasi Stasiun Karet Ke Stasiun BNI City Dihubungkan Dengan Travelator

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha