
Gerebek White Classic, Apa Itu Modus Emas Gel Yang Diselundupkan WNA India
Jakarta – WNA India penyelundup emas ilegal hendak mengelabui petugas pemeriksa bandara dengan modus emas gel. Apakah itu? Polisi menggerebek toko White Classic Gold & Silver di Sunter Jakarta, diduga milik WNA India.
Modus baru penyelundupan dengan emas gel dibongkar penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri. Istilah emas gel merupakan praktik baru penyelundup dimana emas dileburkan ke dalam bentuk serbuk dan diubah menjadi gel untuk mengelabui petugas bandara.
Terungkapnya modus tersebut usai penyidik menggerebek sebuah rumah dan toko emas White Classic Gold & Silver di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada Senin (17/8). Hal ini sebagai bagian dari pengembangan kasus penyelundupan emas ilegal ke Dubai oleh warga negara India.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni menjelaskan modus yang digunakan pelaku adalah meleburkan balok emas menjadi serbuk dengan sebuah alat.
Selanjutnya, serbuk tersebut diberi obat kimia dan pewarna sehingga berubah menjadi gel. Pelaku kemudian memasukkan gel berisi serbuk emas itu ke dalam pakaian dalam yang sudah dimodifikasi.
Dengan diubah menjadi gel, maka emas tidak akan terdeteksi sebagai logam di mesin x-ray bandara. Selain itu, apabila diraba, terkesan seperti kulit biasa atau kenyal.
“Dimasukkan ke dalam celana dalam pria dan beha wanita. Untuk menghindari pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Irhamni, Selasa (18/8).
Dari penggeledahan, penyidik menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu batang emas seberat 1 kilogram, mesin jahit untuk memodifikasi pakaian dalam, zat kimia, blender untuk meleburkan emas hingga sejumlah buku rekening.
Irhamni mengungkapkan berdasarkan keterangan masyarakat sekitar, sindikat tersebut telah beroperasi selama delapan bulan. Toko emas White Classic diduga kuat dimiliki oleh WNA India yang terlibat transaksi emas ilegal.
Sebelumnya, Bareskrim Polri telah mengamankan dua WNA India dalam kasus dugaan penyelundupan emas ilegal ke Dubai.
Baca:Polda Metro Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan Gempa NTT



