Gelombang Panas Landa Bangladesh, Sekolah Terpaksa Ditutup

Gelombang Panas Landa Bangladesh, Sekolah Terpaksa Ditutup

reporter-channel – Gelombang panas yang melanda Bangladesh dalam minggu ini, memaksa pemerintah setempat menutup sekolah dasar.

Selain ditutupnya sekolah , gelombang panas ini juga menyebabkan sering terjadinya pemadaman listrik.

Pemadaman listrik ini memperburuk kondisi penduduk yang tidak dapat menjalankan kipas angin untuk mendinginkan tubuh mereka.

“Cuaca sangat panas akhir-akhir ini, namun pemadaman listrik selama berjam-jam menambah penderitaan kami,” ujar Mizanur Rahman, seorang pemilik toko di ibukota Dhaka, Senin (5/6), seperti dikutip dari Reuters.

Suhu maksimum di Bangladesh melonjak dari 32 derajat Celcius 10 hari yang lalu, hingga hampir 41 derajat Celcius pekan  ini.

Departemen Meteorologi Bangladesh belum bisa memperkirakan kapan gelombang panas ini akan berakhir.

Para ilmuwan mengatakan bahwa perubahan iklim berkontribusi pada gelombang panas yang lebih sering, lebih parah, dan lebih lama selama bulan-bulan musim panas.

Menteri Negara Untuk Listrik, Energi Dan Sumber Daya Mineral, Nasrul Hamid mengatakan, pemadaman listrik akan terus terjadi selama dua minggu kedepan.

Kurangnya pasokan bahan bakar menjadi pemicu penghentian beberapa unit pembangkit listrik, termasuk pembangkit listrik tenaga batu bara terbesar di Bangladesh.

“Karena krisis energi global dan lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar mata uang internasional, kita terpapar pada pemadaman listrik yang tidak diinginkan ini,” ujar Hamid dalam sebuah posting di Facebook pada hari Senin, (5/6)

Gelombang panas ini terjadi ketika negara ini telah bergulat dengan pemadaman listrik yang telah melukai ekonomi Bangladesh dalam beberapa bulan terakhir.

“Saya turut prihatin atas penderitaan Anda. Saya juga ingin meyakinkan Anda bahwa situasi ini hanya sementara. Kami akan segera kembali ke kondisi yang baik,” kata Hamid.

Share Here: